SIWALIMA.id > Berita
Hanyut, Dua Nelayan Asal Sultra Ditemukan di Nusalaut
Daerah | Senin, 23 Maret 2026 pukul 14:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dua nelayan asal Sulawesi Tenggara yang hanyut akibat kapal mereka mengalami mati mesin, ditemukan dalam kon­disi selamat di perairan Nusa­laut, Kabupaten Maluku Te­ngah. 

Kedua nelayan yang dike­ta­hui bernama La Ode Johori (52) dan La Kasirudin (34), ditemukan oleh Nelayan asal Desa Abubu, diperairan Nu­sa­laut dalam kondisi selamat, Kamis (19/3).

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah men­jelaskan, kedua nelayan ini, sebelumnya diketahui bera­ng­kat dari Pulau Wakatobi pada 7 Maret 2026 menuju Pulau Moromaho untuk mem­buat kopra. 

Setelah itu, pada 13 Maret, mereka melanjutkan perjala­nan ke Pulau Binongko, na­mun tidak pernah tiba di tu­juan.

“Keluarga korban kemu­dian melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Waka­tobi pada 17 Maret. Upaya pencarian sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil. Koordinasi pun dilan­jutkan antara Kantor SAR Kendari dan Kantor SAR Ambon untuk memperluas penca­rian” jelas Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Jumat (20/3). 

Kabar ditemukannya korban ini menurut Arafa, diterima Kantor SAR Ambon pada 19 Maret sekitar pukul 11.15 WIT. Dimana kedua nelayan ini ditemukan oleh warga Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, setelah berhari-hari hanyut di laut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, langsung bergerak dari Posko Basarnas Pelabuhan Tulehu menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi penemuan.

Sekitar pukul 13.25 WIT, tim tiba di Pulau Nusalaut dan langsung melakukan evakuasi. Pada pukul 14.27 WIT, kedua korban berhasil dibawa ke atas KN SAR Bharata untuk selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Tulehu.

Muhamad Arafah menyampai­kan, keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara Kantor SAR Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kantor SAR Ambon.

“Korban ditemukan dalam keada­an selamat dan saat ini masih dalam penanganan tim. Sesuai koordinasi dengan keluarga, keduanya akan di­pu­langkan ke daerah asal meng­gunakan KM Ciremai pada, Jumat (20/3) dini hari,” jelas Arafah.

Arafah mengaku, dengan ditemu­kannya kedua korban, maka operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.(S-10)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps