AMBON, Siwalima.id - Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Dessy Hallauw menegaskan, perayaan Paskah Kristus harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan iman, sekaligus energi perubahan bagi generasi muda Kristen.
Paskah kata Dessy, bukan sekadar tradisi gerejawi atau agenda tahunan organisasi, melainkan identitas, sumber kekuatan dan arah perjuangan bagi GAMKI sebagai organisasi kader Kristen.
“Bagi GAMKI, Paskah adalah dasar iman dan gerakan. Karena Kristus hidup, maka setiap pelayanan, perjuangan sosial dan karya GAMKI memiliki makna dan tujuan,” ujar Hallauw dalam sambutannya pada Syukur Paskah DPC GAMKI Kota Ambon di Gedung Gereja Bethania, Ambon, Kamis (23/4) malam
Kebangkitan Kristus menurut Dessy, memberi harapan ditengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari persoalan ekonomi, tekanan hidup generasi muda, hingga ketidakpastian masa depan.
Paskah harus menjadi dorongan nyata bagi kader GAMKI untuk lebih aktif melayani, peduli terhadap sesama, serta berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.
“Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus menggerakkan kita untuk bertindak dan memberi dampak nyata,” tegas Dessy.
Dessy mengaku, tema Paskah tahun ini, yakni Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja, Rumah Tangga Semakin Berkembang dan Sejahtera, yang menurutnya menjadi panggilan bagi seluruh kader GAMKI untuk menghadirkan iman dalam kehidupan nyata.
GAMKI memiliki peran strategis menjembatani kehidupan gereja, keluarga dan masyarakat agar generasi muda mampu menjadi berkat di tengah perubahan zaman.
“Kita hidup di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi yang cepat, krisis nilai, hingga melemahnya semangat kebersamaan. Karena itu pemuda Kristen tidak boleh kehilangan jati diri,” pinta Dessy.
Sebagai kader GAMKI, lanjut Dessy, generasi muda harus hadir sebagai bagian dari solusi, baik di tengah gereja sebagai penggerak, di tengah masyarakat sebagai pembawa damai, maupun di tengah bangsa sebagai generasi berintegritas.
Ia juga mengajak seluruh pemuda-pemudi gereja di Kota Ambon untuk tidak takut bermimpi besar, tidak ragu melayani, dan tidak menyerah pada keadaan.
“Rumah tangga Kristen harus kuat, gereja harus hidup, dan pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kader GAMKI agar menjadikan Paskah Kristus sebagai titik balik kehidupan.
“Dari keraguan menjadi keyakinan, dari kelemahan menjadi kekuatan, dari pasif menjadi aktif. Kristus telah bangkit, dan karena itu kita pun harus bangkit,” pungkas Dessy.(Mg-1)