SIWALIMA.id > Berita
Habiskan Miliaran Rupiah di Jakarta, Bank Maluku tak Dukung Kebijakan Efisiensi
Online | Senin, 16 Februari 2026 pukul 16:10 WIT

AMBON, Siwalima.id - Manajemen Bank Maluku-Malut dibawah kepemimpinan Direktur Utama Syahrisal Imbar dinilai tidak mendukung kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah dengan menetapkan RUPS tahunan di Jakarta.

Pengamat perbankan, Julius Latumaerissa kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Senin, (16/2) menjelaskan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan merupakan agenda setiap tahun yang pelaksanaannya bukan saja harus di Jakarta.

Kebijakan penetapan lokasi pelaksanaan RUPS tahunan di Hotel GIIA Kebun Kacang Jakarta itu, belum mencerminkan upaya manajemen Bank Maluku-Malut mendorong penghematan anggaran.

“Kalau pilihannya di Jakarta, tidak tahu dasar pertimbangannya apa, jadi patut dipertanyakan kenapa manajemen Bank Maluku memiliki RUPS di Jakarta ditengah kebijakan efisiensi yang digaungkan oleh pemerintah,” ucap Latumaerissa.

Menurutnya, jika dilihat dari aspek asas manfaat untuk perputaran uang di daerah, maka seharusnya pelaksanaan RUPS tahunan di selenggarakan di daerah, baik di Maluku maupun Maluku Utara, artinya tidak harus di Jakarta.

Disisi lain, jika RUPS tahunan dan raker dilakukan di Ambon, maka Bank Maluku-Malut akan menghemat anggaran yang sangat besar, karena mayoritas peserta raker itu tinggal di Ambon, sehingga tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar.

“Kalau RUPS itu dilakukan di Ambon, maka dapat menekan anggaran, sebab tidak ada biaya transportasi dan akomodasi, artinya mungkin saja kurang dari Rp 2 miliar dan ada penghematan disitu," tandas Latumaerissa.

Apalagi, kata Latumerissa, saat ini pemerintah pusat mendorong agar pemda termasuk BUMD seperti Bank Maluku-Malut harus efisiensi belanja, khususnya terhadap rapat-rapat.

Lagipula tempat untuk pelaksanaan RUPS tahunan di Ambon juga cukup tersedia dan yang paling penting akan berdampak pada multiplayer efek terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau dari aspek penghematan atau efisiensi, alangkah baiknya di lakukan di Ambon karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dan fasilitas juga tersedia memadai,” cetus Latumaerissa.

Latumaerisa menegaskan, jika alasan utama dipilihnya Jakarta sebagai lokasi RUPS, karena tempat netral, maka alasan tersebut tidak logis, karena RUPS merupakan aktivitas tahunan bank yang tidak butuh tempat netral karena tidak ada pertikaian.

"Kalau toh itu ada di Ambon atau di Ternate memangnya salah dimana, bagi saya kurang tepat di Jakarta," tegas Latumerissa.

Sebagaimana diberitakan, RUPS tahunan dan rapat kerja tahun 2026 Bank Maluku-Malut,  akan dilaksanakan di Jakarta, 23–25 Februari mendatang.

Kegiatan besar ini baru pertama kali digelar, sejak awal bank milik daerah ini berdiri. Dua agenda utama, RUPS tahunan akan dilaksanakan di Hotel GIIA dan dilanjutkan dengan Raker dua hari berikutnya, di tempat yang sama.

Berdasarkan estimasi, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 50 hingga 70 orang, terdiri dari para pemegang saham, panitia, pimpinan dari 24 cabang, perwakilan divisi, serta tim dari divisi renstra dan umum.

Dengan komposisi tersebut, diperkirakan bank milik daerah itu akan menggelontorkan uang cash dalam jumlah besar, yang angkanya ditaksir lebih dari Rp 2 miliar.

Pos anggaran terbesar hampir dipastikan terserap pada tiket pesawat pulang pergi, akomodasi hotel, konsumsi dan transportasi lokal. 

Hingga berita ini diturunkan, Siwalima.id belum mendapat konfirmasi resmi dari Bank Maluku-Malut. Demikian halnya dengan Direktur Utama Syahrisal Imbar yang hingga kini belum bisa dihubungi.(S-20)

BERITA TERKAIT