AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengusulkan sebanyak 30 desa untuk menjadi kampung nelayan merah putih pada tahun 2026 mendatang.
Pengusulan puluhan desa masuk dalam program Presiden, Prabowo Subianto tersebut, sebagai upaya Pemerintah Provinsi Maluku dalam memberikan akses yang luas bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang mengungkapkan, kampung nelayan merah putih merupakan salah satu program yang diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional sesuai RPJMN.
"Pak Gubernur telah mengusulkan 30 lokasi kampung nelayan merah putih di 11 kabupaten/kota di Maluku untuk direalisasikan pada tahun 2026 nanti," ucap Kasrul kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (11/11).
Dijelaskan, 30 lokasi atau desa yang telah diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut, telah melalui tahap verifikasi dan survei yang dilakukan oleh OPD terkait.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku minta Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat mengakomodasikan semua usulan kampung nelayan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan.
Apalagi, sebagian besar masyarakat Maluku hidup digaris pantai dan berprofesi sebagai nelayan, namun selama ini para nelayan kita belum mendapatkan perhatian pemerintah, sehingga diharapkan dengan program kampung nelayan merah putih nelayan Maluku akan lebih sejahtera.
"Jika 30 lokasi kampus nelayan ini disetujui, maka akan nenjadi simbol harapan baru bagi nelayan dan masyarakat pesisir untuk membangun ekonomi biru yang inklusif, produktif dan berkelanjutan,” ucap Kasrul.
Kasrul menambahkan, Pemprov Maluku terus berkomitmen, agar nelayan di Maluku tumbuh, berkembang dan mampu membangun masa depan yang lebih cerah bersama keluarganya.(S-20).