BANDA, Siwalima.id - Disela-sela kunjungan di Pulau Banda, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa berkesempatan melihat langsung beberapa cagar budaya yang dijadikan destinasi parawisata.
Alhasil gubernur minta seluruh masyarakat yang menetap di Pulau Banda maupun wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menjaga dan melestarikan situs budaya peninggalan kolonial tersebut.
Bersama Ketua TP PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, gubernur melihat langsung beberapa cagar budaya, seperti Gereja Tua Hollandische Kerk te Banda dan Istana Mini.
Gubernur mengaku, kagum dengan keberadaan situs budaya peninggalan kolonial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Banda.
"Banda ini layak menjadi pusat budaya peninggalan kolonial sebab hampir semua situs yang ada memiliki nilai sejarah yang luar biasa," ujar gubernur.
Keberadaan situs budaya tersebut kata gubernur tidak akan memiliki nilai sejarah jika tidak dirawat dan dijaga bukan saja oleh masyarakat lokasi tetapi juga para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banda.
Masyarakat dan wisatawan harus mencintai dan rasa memiliki semua situs budaya sebagai pengingat bahwa pada zaman dahulu Banda dan Maluku secara umum memiliki daya tarik luar biasa bagi para negara kolonial.
“Pulau Banda ini memiliki begitu banyak cerita yang luar biasa pada masanya makanya untuk memastikan Banda tetap menjadi destinasi wisata nasional dan mancanegara maka sebagai gubernur saya minta semua stakeholder untuk menjaga semua situs budaya sebagai warisan yang harus terus dilestarikan," pinta gubernur.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur berkesempatan melihat langsung pameran UMKM bahkan memborong produk yang dipamerkan pelaku UMKM
Gubernur berharap, UMKM di Pulau Banda terus bertumbuh sebagai penopang utama perekonomian di pulau tersebut secara khusus dan Maluku secara umum.(S-20)