SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Sebut Dunia Pendidikan Maluku Alami Kemunduran
Online | Senin, 8 Desember 2025 pukul 17:22 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Hendrik Lewerissa menyebut, dunia pendidikan di Maluku hingga tahun 2025, mengalami kemunduran yang luar biasa, jika dibandingkan dengan puluhan tahun lalu.

Kemunduran dunia pendidikan ini, menjadi realita yang tidak perlu diperdebatkan, sebab memang faktanya mutu dan kualitas dunia pendidikan di Maluku masih dibawah rata-rata nasional.

Dikatakan jika Yayasan Heka-Leka menemukan, ada siswa di Maluku yang belum tahu baca, maka hal itu merupakan fakta yang tidak perlu dipersoalkan oleh siapapun.

“Dunia pendidikan kita di Maluku mengalami kemunduran yang luar biasa, ini bukan tuduhan yang tidak berdasar tapi ini data fakta ilmiah,” ujar gubernur saat peresmian perpustakaan di SD 50 Malteng, di Desa Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Senin (8/12).

Pemerintah Provinsi Maluku kata gubernur, tentu tidak tinggal diam dengan kondisi dunia pendidikan di Maluku seperti ini, namun sebaliknya akan terus mendorong, agar ada perbaikan dalam dunia pendidikan di Maluku.

Visi dan misi gubernur telah menempatkan peningkatan kualitas pendidikan dan menjadi prioritas tetapi harus didukung dengan kolaborasi antara pemerintah dengan stakeholder lainnya di Maluku.

“Dengan kerja kolaboratif antara semua pihak termasuk Yayasan Heka-Leka, maka dunia pendidikan di Maluku pasti akan bangkit, karena kita memiliki SDM yang luar biasa, tinggal buat program dan kegiatan langsung yang berdampak pada kemajuan sektor pendidikan di Maluku,” ucap gubernur.

Upaya memperkuat literasi dengan jalan memperbanyak perpustakaan kata gubernur, menjadi salah satu cara yang efektif untuk merangsang kualitas pendidikan, disamping cara-cara lain yang sementara dilakukan Dinas Pendidikan.

Tidak ada cara atau rekayasa sosial yang paling efektif lainnya untuk memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran, hanyalah pendidikan.

“Coba ada yang bisa challenge gubernur, bahwa ada rekayasa sosial yang lebih efektif tanpa pendidikan. Kita bisa putus mata rantai kemiskinan, mengurangi pengangguran. Mendorong pembangunan tanpa melalui pendidikan, tidak ada karena memang pendidikan adalah rekayasa sosial itu,” tegas gubernur.

Untuk itu, gubernur minta perhatian serius dari semua elemen masyarakat, guna mambantu pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, dengan memastikan anak-anak sekolah memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk menambah ilmu.(S-20)

BERITA TERKAIT