AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa minta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dalang dibalik pertikaian antara kelompok masyarakat Desa Hitu dan Desa Hunut.
Sikap tegas ini diambil gubernur, buntut pertikaian yang terjadi antar dua kelompok masyarakat yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda terbakar pada, Selasa (19/8).
Juru bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan, gubernur sangat menyesalkan terjadi pertikaian antar dua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut.
Pertikaian dua kelompok masyarakat tersebut, dipicu adanya tawuran antar pelajar SMK 3 Ambon yang mengakibatkan 1 siswa asal Hitu berinisial MD di tusuk dan meninggal dunia, ini yang memancing kemarahan warga Hitu.
“Pak gubernur tentu menyampaikan turut berdukacita kepada keluarga korban dan menyesalkan adanya pertikaian ini ditengah sukacita kita merayakan HUT provinsi,” ucap Kasrul.
Menurut Kasrul, pasca pertikaian antar kedua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut, kondisi saat ini telah berhasil dikendalikan oleh aparat gabungan baik TNI maupun polri.
Atas kejadian ini, gubernur secara tegas meminta aparat kepolisian untuk mengusut dalang dibalik pertikaian ini hingga tuntas, termasuk menemukan pelaku yang memicu pertikaian dimaksud.
“Sebagai kepala daerah di Maluku, pak gubernur minta kepolisian agar segera usut tuntas persoalan ini dan menemukan oknum yang diduga pelaku pertikaian ini,” tegas Kasrul.
Gubernur juga kata Kasrul, meminta masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang berseliweran, termasuk dalam ruang-ruang media sosial sambil mempercayakan seluruh proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian.
“Pak gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto, videonya atau narasi yang akan memperkeruh kondisi. Marilah percayakan semuanya kepada aparat penegak hukum,” tandas Kasrul.(S-20)