AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, minta Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan data pasti dampak pemberian Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku Sadli Ie pada rapat evaluasi kegiatan survei monitoring dan evaluasi program MBG di Provinsi Maluku yang berlangsung di Santika Premiere Hotel Ambon, Kamis (16/10).
Rapat evaluasi kata Sadli merupakan langkah penting guna mensinergikan seluruh instansi dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Program MBG, merupakan salah satu upaya nyata pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk generasi di Maluku.
“Kita menyadari bahwa pembangunan manusia tidak hanya bertumpu pada pendidikan dan kesehatan secara umum, tetapi juga pada asupan gizi yang seimbang sejak dini,” ucap sekda.
Asupan gizi yang cukup kata sekda, merupakan fondasi bagi tumbuh kembang daya pikir generasi Maluku yang optimal, guna meningkatkan produktivitas masyarakat di masa depan.
Dalam kebersamaan Provinsi Maluku dengan karakter wilayah kepulauan dan tantangan geografis yang cukup sulit, maka implementasi program MBG ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis data.
“Karena itu pelaksanaan survei program makanan bergizi gratis ini menjadi sangat penting guna menilai sejauh mana program ini berdampak bagi masyarakat,” jelas sekda.
Disisi lain, survei dilakukan guna melihat secara pasti efektivitas program MBG di lapangan, termasuk kendala yang perlu ditangani artinya survei MBG tidak boleh hanya menjadi kegiatan administratif tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk evaluasi kebijakan.
Sekda memastikan, hasil survei harus mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi fisik penerima manfaat baik anak-anak maupun ibu hamil.
“Data yang akurat akan jadi dasar bagi kita dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, berkeadilan serta berkelanjutan dan pemprov berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Sekda.
Sekda menambahkan, program makanan bergizi sejalan dengan visi pembangunan daerah Maluku yakni transformasi menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera menuju Indonesia emas 2045.
“Melalui kolaborasi lintas sektor kami optimis, bahwa program ini dapat mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan memperkuat kualitas generasi Maluku di masa yang akan datang,” harap Sekda.(S-20)