SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Apresiasi Peran Tarekat Maria Mediatrix Bangun Maluku
Online | Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 16:27 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengapresiasi peranan Tarekat Maria Mediatrix dalam mendorong pembangunan di Provinsi Maluku menjelang 100 tahun.

Apreasiasi ini disampaikan gubernur pada acara launching Yubelium 100 tahun Tarekat Maria Mediatrix yang berlangsung di Katolik Center, Jumat (1/5) malam.

“Selaku gubernur, saya mengapresiasi peran Tarekat Maria Mediatrix, dimana perannya sangat bersinergi dengan program pemerintah daerah dalam melayani dan memberdayakan masyarakat, terutama di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan secara internal di bidang pastoral,” ucap gubernur.

Gubernur mengaku, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun Maluku, karena membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan masyarakat dan pembangunan.

Hampir satu abad Tarekat Maria Mediatrix telah mengabdi dan melayani masyarakat dibidang pendidikan dan kesehatan di Maluku dan Papua hingga saat ini.

Semangat pelayanan ini, sejalan dengan visi Pemprov Maluku tahun 2025-2030, yakni melakukan transformasi Maluku menunju Maluku yang maju adil dan sejahtera, menyongsong Indonesia emas 2045.

Pemerintah provinsi Maluku, memandang peran lembaga keagamaan seperti ini sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat yang beriman, berakhlak dan berkeadaban ditengah berbagi tantangan zaman baik sosial ekonomi maupun budaya

“Nilai spritual menjadi fondasi penting dalam harmoni dan persaudaraan di Maluku. Maluku dikenal sebagai negeri Siwalima, negeri persaudaraan, ini bukan sekedar warisan budaya yang harus terus dihidupkan dalam praktek kehidupan sehari-hari,” jelas gubernur.

Dalam membangun Maluku kata gubernur, membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk lembaga keagamaan untuk bersama-sama membangun manusia Maluku yang unggul, tidak saja hanya secara intelektual tapi juga secara moral dan spiritual.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga harmoni sosial, sebab dalam kompetisi dunia yang bergejolak dan kondisi ekonomi nasional yang tidak mudah dapat berpengharu terhadap Maluku, maka kerukunan antar warga masyarakat menjadi penting dan perlu dijaga.

“Dalam kondisi ini kita harus menyatu hati dan sikap kita menyikapi persoalan yang kita hadapi. Kita harus berusaha untuk merajut dan memperkuat harmoni sosial. Maluku ditakdirkan sebagai daerah yang majemuk dan ini sesuatu yang tidak bisa kita hindari,” tandas gubernur.

Gubernur mengaku, dalam kehidupan masyarakat majemuk seperti ini, maka interaksi sosial diantara masyarakat sangat penting dirawat untuk memastikan hidup damai tetep terjaga.

Mudah bagi pemerintah daerah untuk membangun fisik yang dimulai dengan merencanakan dan mengeksekusi program asalkan ada anggaran, namun membangun sesuatu yang fisik itu tidak semudah membangun sesuatu yang non fisik seperti soal kohesi sosial dan harmoni sosial.

“Kalau terjadi konflik diantara kelompok masyarakat, bukan cuma pembangunan fisik yang terganggu tetapi kehancuran relasi sosial hubungan orang basudara jauh lebih dahsyat dampak bagi Maluku. Untuk itu, senantiasa merawat harmoni sosial,” tegas gubernur.

Gubernur juga mengajak semua lembaga keagamaan, untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, guna memastikan kohesi sosial dan harmoni sosial tetap terjaga di Maluku.(S-20)

BERITA TERKAIT