SIWALIMA.id > Berita
Gubernur: AMGPM Harus Hasilkan Kader Berkualitas
Daerah | Senin, 13 Oktober 2025 pukul 23:14 WIT

AMBON, Siwalimanews – Kongres ke-30 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMG­PM) resmi dibuka Minggu (12/10).

Pembukaan Kongres AMGPM yang berlangsung Klasis Ambon Timur itu diawali dengan ibadah di Gereja Jati, Jemaat GPM Passo Anugerah yang dipimpin Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode, Pendeta Elifas Maspai­tella.

Usai ibadah pembukaan, dilan­jutkan dengan, proses seremoni pembukaan yang dipusatkan di The Natsepa Hotel.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam pembukaan ko­ngres itu menegaskan, AMGPM merupakan wadah pembentukan karakter bagi generasi muda gereja. Untuk itu, AMGPM harus menghasilkan kader-kader yang berkualitas, baik secara iman maupun pengetahuan.

Selain itu, ada tantangan yang menjadi tugas besar AMGPM, yaitu perkembangan teknologi digital yang semakin modern. Untuk itu, pemuda gereja harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dengan pemahaman iman yang kokoh.

“AMGPM juga diharapkan tidak hanya menjadi aktivis gereja, tetapi menjadi agen sosial dan perdamaian ditengah masyarakat serta harus mampu menjadi visioner dan melayani dengan kasih dan memimpin dengan rendah hati,” tandas gubernur dalam sambutan­nya yang dibacakan Sekda Maluku Sadli Ie.

Gereja Protestan Maluku, terma­suk AMGPM kata gubernur, meru­pakan mitra dari pemerintah provinsi dalam membangun manusia Maluku. Untuk itu, diharapkan agar peme­rintah bersama gereja dan AMGPM berupaya bersama mewujudkan visi transformasi menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera dalam me­nyongsong Indonesia Emas 2045.

Pasalnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun butuh duku­ngan semua elemen masyarakat, termasuk AMGPM untuk bersama-sama mewujudkan semua ini.

“Untuk itu, kongres ini diharap­kan tidak hanya untuk memilih pe­ngurus yang baru, tetapi kiranya mampu berkolaborasi dengan peme­rin­tah untuk bersama-sama memba­ngun daerah ini,” pinta gubernur.

Sebelumnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, menyampaikan rasa sukacitanya menyambut keha­diran para peserta kongres.

“Selaku Walikota Ambon mewakili seluruh masyarakat di kota ini, saya sampaikan rasa sukacita dan me­nyambut kehadiran para peserta yang datang dari ujung pulau Morotai hingga ujung pulau Wetar,” ucap walikota.

Walikota yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan Kongres XXX AM­GPM ini menjelaskan, dalam pelak­sanaan kongres XXX dihadiri 492 peserta, yang terdiri dari MPH Si­node 1 orang, pengurus besar AM­GPM 23 orang, peserta biasa 292 orang, peserta luar biasa 99 orang dan peserta tambahan 101 orang.

“Ada 363 peserta yang menginap di rumah-rumah warga yang tersebar di 10 jemaat di Wilayah pelayanan Pulau Ambon Timur,” beber Watti­mena dalam laporannya.

Dalam pelaksanaan kongres XXX AMGPM ini kata Wattimena, ber­langsung di dua lokasi berbeda, yaitu di Gedung Gereja Jati dan The Natsepa Hotel. Sementara anggaran pelaksanaan Kongres sebesar Rp2,2 miliar.

Anggaran tersebut terdiri dari, kontribusi jemaat se-Pulau Ambon Timur, kontribusi AMGPM Cabang dan Ranting di Pulau Ambon Timur, sumbangan dari Pemprov Maluku, sumbangan Pemkot Ambon serta sumbangan dari Pemerintah Kabu­paten Maluku Tengah dan sumba­ngan lainnya.

Untuk itu, diharapkan, para pe­serta yang hadir bisa mengikuti seluruh kegiatan kongres dengan baik serta dapat menikmati keinda­han, kerama­han serta mengambil hal positif selama berada di Kota Ambon.

“Kota Ambon merupakan kota yang inklusif dan toleran bagi siapa saja yang datang. Kepada para pe­serta, selamat melaksanakan kong­res, jika ada hal yang tidak berkenan dihati saudara-saudara, tinggalkan itu untuk saya dan Ibu Ely perbaiki, tetapi ceritakanlah yang baik-baik tentang kota ini,” pinta Wattimena.

Ditempat yang sama Ketua Umum PB AMGPM Melkianus Sairdekut dalam sambutannya mengatakan, ke­depannya angkatan muda harus lebih maju dan berkembang. Untuk itu, ia berpesan kepada para peng­urus yang baru nanti setelah terpilih, untuk melaksanakan tiga hal pen­ting.

Pasalnya, 3 hal penting tersebut belum mampu diwujudkan oleh Pengurus AMGPM yang lama, sehingga harapannya AMGPM akan lebih maju lagi dimasa depan nanti.

“Ketiga hal penting itu ialah perta­ma, pendidikan kader AMGPM be­lum terimplementasi secara nyata dan menyeluruh, kedua, AMGPM ha­rus mampu merangkul seluruh ke­butuhan dasar dan memperbaiki tata kelola organisasi dengan baik dan ketiga ialah, AMGPM memiliki cita-cita paling tidak harus mandiri se­cara ekonomi,” beber Sairdekut. (S-29)

BERITA TERKAIT