AMBON, Siwalimanews – Kongres ke-30 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGÂPM) resmi dibuka Minggu (12/10).
Pembukaan Kongres AMGPM yang berlangsung Klasis Ambon Timur itu diawali dengan ibadah di Gereja Jati, Jemaat GPM Passo Anugerah yang dipimpin Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode, Pendeta Elifas MaspaiÂtella.
Usai ibadah pembukaan, dilanÂjutkan dengan, proses seremoni pembukaan yang dipusatkan di The Natsepa Hotel.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam pembukaan koÂngres itu menegaskan, AMGPM merupakan wadah pembentukan karakter bagi generasi muda gereja. Untuk itu, AMGPM harus menghasilkan kader-kader yang berkualitas, baik secara iman maupun pengetahuan.
Selain itu, ada tantangan yang menjadi tugas besar AMGPM, yaitu perkembangan teknologi digital yang semakin modern. Untuk itu, pemuda gereja harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dengan pemahaman iman yang kokoh.
âAMGPM juga diharapkan tidak hanya menjadi aktivis gereja, tetapi menjadi agen sosial dan perdamaian ditengah masyarakat serta harus mampu menjadi visioner dan melayani dengan kasih dan memimpin dengan rendah hati,â tandas gubernur dalam sambutanÂnya yang dibacakan Sekda Maluku Sadli Ie.
Gereja Protestan Maluku, termaÂsuk AMGPM kata gubernur, meruÂpakan mitra dari pemerintah provinsi dalam membangun manusia Maluku. Untuk itu, diharapkan agar pemeÂrintah bersama gereja dan AMGPM berupaya bersama mewujudkan visi transformasi menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera dalam meÂnyongsong Indonesia Emas 2045.
Pasalnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun butuh dukuÂngan semua elemen masyarakat, termasuk AMGPM untuk bersama-sama mewujudkan semua ini.
âUntuk itu, kongres ini diharapÂkan tidak hanya untuk memilih peÂngurus yang baru, tetapi kiranya mampu berkolaborasi dengan pemeÂrinÂtah untuk bersama-sama membaÂngun daerah ini,â pinta gubernur.
Sebelumnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, menyampaikan rasa sukacitanya menyambut kehaÂdiran para peserta kongres.
âSelaku Walikota Ambon mewakili seluruh masyarakat di kota ini, saya sampaikan rasa sukacita dan meÂnyambut kehadiran para peserta yang datang dari ujung pulau Morotai hingga ujung pulau Wetar,â ucap walikota.
Walikota yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan Kongres XXX AMÂGPM ini menjelaskan, dalam pelakÂsanaan kongres XXX dihadiri 492 peserta, yang terdiri dari MPH SiÂnode 1 orang, pengurus besar AMÂGPM 23 orang, peserta biasa 292 orang, peserta luar biasa 99 orang dan peserta tambahan 101 orang.
âAda 363 peserta yang menginap di rumah-rumah warga yang tersebar di 10 jemaat di Wilayah pelayanan Pulau Ambon Timur,â beber WattiÂmena dalam laporannya.
Dalam pelaksanaan kongres XXX AMGPM ini kata Wattimena, berÂlangsung di dua lokasi berbeda, yaitu di Gedung Gereja Jati dan The Natsepa Hotel. Sementara anggaran pelaksanaan Kongres sebesar Rp2,2 miliar.
Anggaran tersebut terdiri dari, kontribusi jemaat se-Pulau Ambon Timur, kontribusi AMGPM Cabang dan Ranting di Pulau Ambon Timur, sumbangan dari Pemprov Maluku, sumbangan Pemkot Ambon serta sumbangan dari Pemerintah KabuÂpaten Maluku Tengah dan sumbaÂngan lainnya.
Untuk itu, diharapkan, para peÂserta yang hadir bisa mengikuti seluruh kegiatan kongres dengan baik serta dapat menikmati keindaÂhan, keramaÂhan serta mengambil hal positif selama berada di Kota Ambon.
âKota Ambon merupakan kota yang inklusif dan toleran bagi siapa saja yang datang. Kepada para peÂserta, selamat melaksanakan kongÂres, jika ada hal yang tidak berkenan dihati saudara-saudara, tinggalkan itu untuk saya dan Ibu Ely perbaiki, tetapi ceritakanlah yang baik-baik tentang kota ini,â pinta Wattimena.
Ditempat yang sama Ketua Umum PB AMGPM Melkianus Sairdekut dalam sambutannya mengatakan, keÂdepannya angkatan muda harus lebih maju dan berkembang. Untuk itu, ia berpesan kepada para pengÂurus yang baru nanti setelah terpilih, untuk melaksanakan tiga hal penÂting.
Pasalnya, 3 hal penting tersebut belum mampu diwujudkan oleh Pengurus AMGPM yang lama, sehingga harapannya AMGPM akan lebih maju lagi dimasa depan nanti.
âKetiga hal penting itu ialah pertaÂma, pendidikan kader AMGPM beÂlum terimplementasi secara nyata dan menyeluruh, kedua, AMGPM haÂrus mampu merangkul seluruh keÂbutuhan dasar dan memperbaiki tata kelola organisasi dengan baik dan ketiga ialah, AMGPM memiliki cita-cita paling tidak harus mandiri seÂcara ekonomi,â beber Sairdekut. (S-29)