SIWALIMA.id > Berita
Granat Meledak di Tanimbar, Dua Warga Tewas
Online | Selasa, 17 Maret 2026 pukul 16:58 WIT

SAUMLAKI, Siwalima.id – Ledakan granat yang diduga merupakan sisa latihan militer, menewaskan dua warga Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Tanimbar, Minggu (15/3).

Granat jenis apel tersebut, meledak di dalam rumah warga sekitar pukul 21.00 WIT itu, bukan hanya menewaskan dua korban, namun sejumlah warga juga mengalami luka berat masih masih menjalani perawatan medis.

Granat yang diduga merupakan sisa latihan ini, sebelumnya ditemukan di area kebun warga dan dibawa pulang ke rumah, lantaran dikira sebagai benda antik.

Informasi yang betrhasil dihimpun Siwalaima.id menyebutkan bahwa, korban Rafael Romroman yang baru pulang dari prosesi adat, diminta membuka benda tersebut menggunakan obeng. Karena sulit dibuka, kemudian anaknya, Edwardus Romroman (ER), turut membantu. Namun naas, granat itu tiba-tiba meledak.

“Katong (kami) kira itu barang biasa, mungkin barang lama atau antik. Tidak ada yang tahu itu granat aktif,” ungkap salah satu anggota keluarga korban kepada Siwalima.id, Selasa (17/3)

Ledakan tersebut, menyebabkan Rafael Romroman meninggal dunia di tempat dengan kondisi tubuh mengalami kerusakan parah. Ayah korban yang berada di lokasi juga terkena serpihan dan meninggal dunia.

Sementara istri korban, Ny Afia Batmianik/Romroman, mengalami luka serius dan hingga kini belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kota Saumlaki. Beberapa korban lain juga dilaporkan mengalami luka berat.

“Korban perempuan masih kritis, belum sadar sampai sekarang. Ada juga beberapa yang luka berat kena serpihan,” bebernya.

Peristiwa ini menurtnya, diduga kuat berkaitan dengan sisa latihan militer yang dilakukan di wilayah tersebut. Granat ditemukan di kebun warga yang diduga menjadi lokasi atau sekitar area latihan.

Keluarga korban pun menyayangkan adanya dugaan kelalaian dalam pembersihan sisa bahan berbahaya pasca latihan militer.

“Kalau memang itu sisa latihan, seharusnya dibersihkan. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban seperti ini,” tegas pihak keluarga.

Keluarga korban mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pihak yang bertanggung jawab segera mengambil sikap.

“Kami minta ada penyelidikan mendalam. Satuan yang latihan harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” pinta keluarga korban.

Untuk diketahui, Kabupaten Tanimbar merupakan salah satu wilayah perbatasan yang menjadi perhatian dalam peningkatan kesiapsiagaan militer, terutama pasca dinamika geopolitik global. Namun masyarakat menilai aspek keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Latihan boleh saja, tapi keselamatan masyarakat itu yang utama. Jangan tinggalkan bahan berbahaya di kebun warga,” kritik warga desa setempat.

Sementara itu Kapolres Tanimbar AKBP A. Yani yang dikonfirmasi Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (17/3) mengaku, pihaknya sementara melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu.

“Kita tengah lakukan penyelidikan. Tapi semua itu akan dikembalikan kepada pihak Kodim 1507 Saumlaki,” ungkap kapolres.(S-26)

BERITA TERKAIT