BULA, Siwalimanews – GMNI cabang Kabupaten Seram Bagian Timur melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati, Selasa (30/9) menyoroti konflik agararia yang terjadi di kabupaten berjulukan Ita Wotu Nusa itu.
Aksi yang dilakukan ini mendaÂpatÂkan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Seram Bagian TiÂmur dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Ketua Cabang GMNI SBT, Zulkifli Liliyai dalam orasinya mengatakan, aksi dilakukan ini bukan hanya sekedar merayakan momentum memperingati hari tani Nasional, tetapi ada konflik agraria yang terjadi di lingkungan masyarakat yang ada di daerah ini
Dikatakan, negara Indonesia ini adaÂlah agrarian, dan khususnya di SBT sebagian besar tanah adat oleh neÂgara sudah mengklaim menjadi milik negara. Hal itu penting sebab belakang ini terjadi konflik ditengah-tengah masyarakat lantaran hutan mereka kini diambil alih pemerinÂtahan.
âSeperti di Kecamatan Teor, KeÂsuy, Kilmury, Siwalalat dan beberapa kecamatan yang lain di SBT ada juga terjadi di Kecamatan Werinama,â ungkapnya
Dia meminta adanya perhatian serius dari Bupati terhadap tanah-taÂÂnah adat di Kabupaten SBT. TermaÂsuk hutan konversi. Dan kami menÂdeÂsak kepada pemerintah daerah lewat Dinas Kehutanan untuk segera meÂninÂjau kembali status hutan yang hari ini di klaim oleh negara,â pungkasnya.
Sementara Sofyan Keliobas dalam orasinya menegaskan ada beberapa persoalan yang terjadi di Kabupaten SBT.
Sementara Wakil Bupati SBT Muh. Miftah Thoha R Wattimena kepada masa demokrasi mengungÂkapÂkan, ada niat baik datang dari adik sekalian maka juga sangat mendukung.
âIni artinya bahwa sangat koreksi terhadap apa yang selama ini yang disampaikan, kami sangat berterima kasih. Ini adalah bagian dari kawan-kawan koreksi terhadap kebijakan publik yang ada saat ini,â ujarnya
Menurutnya, hal-hal penting yang menyangkut tentang kebijakan itu berada di kewenangan provinsi dan pusat. âJadi kami sebagai kepala Kabupaten SBT, agar dapat selalu saja didalam insiatif yang teman teman lakukan saat ini. Artinya bahÂwa itu yang baik sesungguh dilakuÂkan. Kami secara kelembagaan ada yang sedikit kurang dan segala maÂcam ini merupakan koreksi bagi kami semua, kedepan kita sama-sama berjalan terhadap pemanfaatan huÂtan kita kedepan,â ujarnya. (S-27)