BULA, Siwalima.id - Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 5.1 guncang Kabupaten Seram Bagian Timur, namun tak berpotensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi pada, Senin (1/12), pukul 06.16.39 WIT itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, memiliki parameter update dengan Magnitudo 4,9.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,95° Lintang Selatan, 130,25° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 31 Km arah Barat Laut, Seram Bagian Timur, pada kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Seram Utara,” tulis Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Senin (1/12).
Menurutnya, berdasarkan hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Bula Barat, Seram Bagian Timur dengan skala intensitas IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Daryono.
Daryono mengungkapkan, Hingga pukul 06.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Walaupun demikian, ia menghimbau kepada masayarakat agar, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-27)