AMBON, Siwalima.id - Salahnya manajemen pengelolaan, membuat gedung baru Pasar Mardika yang dibangun dengan anggaran Rp 134 miliar mulai ditinggalkan pedagang.
Pedagang memilih berjualan di depan pasar atau lokasi lama ketimbang di dalam gedung yang megah tersebut.
Kepala Dinas Perindag Maluku, Jais Ely yang dikonfirmasi Siwalima di Kantor Gubernur, Selasa (3/3) membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut pedagang mulai meninggalkan gedung baru dan berjualan di badan jalan yang membuat kondisi semrawut.
Usai Idul Fitri, pihaknya akan melakukan penertiban kepada semua pedagang yang berjualan di luar gedung baru Pasar Mardika.
“Momentum sekarang ini saya akan gunakan untuk membenahi didalam gedung pasar dulu, karena memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki seperti tembok pembatas antar pedagang dan juga tingkat kebersihan yang memang sudah mulai terganggu,” janjinya.
Jika para pedagang diperintahkan masuk saat ini sementara kondisi gedung baru Pasar Mardika masih belum ditata ulang, tentu akan mempersulit Disperindag melakukan penataan.
Karena itu selama bulan suci Ramadan hingga lebaran nantinya akan dimanfaatkan untuk melakukan penataan kawasan gedung baru Pasar Mardika
“Jadi nanti setelah lebaran, kita akan tertibkan pedagang yang berjualan di luar gedung pasar supaya kondisi di Mardika tertib kembali,” tegasnya.
Ia mengaku sejauh ini hampir 80 persen pedang berjualan di areal parkir yang sebelumnya disediakan sehingga mengganggu akses transportasi. “Dua hari lalu saya memantau langsung kondisi di Pasar Mardika dan memang harus kita akui sangat semrawut. 80 persen pedagang itu berjualan di luar gedung pasar baru,” ungkapnya.(S-20)