AMBON, Siwalima.id – Untuk mewujudkan Kota Ambon yang bersih, sehat dan berkelanjutan, maka Pemerintah Kota Ambon bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Jasa Raharja, membangun Tempat Pembuangan Sementara Ecolife.
TPS berbasis kolaborasi ini diresmikan oleh di Pattimura Park, dengan mengusung tema Merdeka dari Sampah, Senin (11/5).
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena pada kesempatan itu menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.
Gerakan tersebut sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah melalui pengelolaan lingkungan secara komprehensif.
“Secara lokal, Pemkot Ambon juga mencanangkan gerakan tambahan yang kami sebut gerakan Ambon Bersih, Hijau dan Nyaman. Tujuannya bukan hanya mewujudkan Ambon bersih, tetapi juga mendukung program pemerintah pusat,” ucap walikota.
Pemkot Ambon kata walikota, terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola sampah, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari seluruh pihak. Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud nyata kerja kolaborasi untuk mencapai satu tujuan, yakni Ambon harus bersih,” tandas walikota.
Walikot mengaku, persoalan sampah menjadi tantangan hampir di semua daerah, termasuk kota-kota maju yang telah memiliki sistem pengelolaan modern. Namun, Ambon pernah memiliki catatan baik dalam pengelolaan sampah melalui Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) yang mengantarkan kota ini meraih Adipura beberapa kali.
“Ketika fasilitas itu mengalami kerusakan, persoalan sampah kembali muncul. Karena itu sekarang kita mulai lagi membangun sistem pengelolaan yang lebih baik,” ujar walikota.
Ia menilai, keberadaan TPS ECOLIFE menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis sumber yang perlu dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan di Kota Ambon.
“Kalau TPS seperti ini bisa dibangun dibanyak tempat, maka kita dapat mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Ini langkah kecil, tetapi penting untuk melahirkan perubahan besar,” cetus walikota.
Walikota juga menyampaikan apresiasi kepada PNM, Jasa Raharja, Bank Sampah Bumi Lestari, serta seluruh pihak yang telah mendukung upaya pengelolaan sampah di Kota Ambon.
“Melalui kerja bersama dan kolaborasi seperti ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kota Ambon semakin baik, semakin modern, dan Ambon menjadi kota yang bersih,” tandasnya.
Kepala Cabang PNM Ambon, Taufiq Marsuki mengaku, komitmen PNM dalam mendukung pembangunan sosial dan lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan tersebut.
PNM sebagai lembaga keuangan non-bank, tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, namun juga mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
“PNM tidak hanya mendukung penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkomitmen berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” uja Taufiq.
Menurutnya, PNM saat ini memiliki lima unit kerja di Kota Ambon yang tersebar di wilayah Sirimau, Nusaniwe, Baguala dan Teluk Ambon, dengan jumlah nasabah mencapai sekitar 14.700 orang.
Persoalan sampah, merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fasilitas pembuangan sampah, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan yang lebih bersih serta berkelanjutan,” tandas Taufiq.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jasa Raharja dan Pemerintah Kota Ambon atas sinergi yang dibangun dalam mendukung pengelolaan lingkungan melalui program tersebut.
“Kami berharap keberadaan TPS ECOLIFE ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang konsisten bersih dan nyaman,” ucap Taufiq.
Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Wilayah Maluku, M Erwin Setia Negara, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Jasa Raharja bersama PNM hadir dan berperan aktif bersinergi mendukung Pemerintah Kota Ambon dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertib dan sehat. Budaya tertib dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari juga sejalan dengan upaya membangun keselamatan berlalu lintas.
“Keselamatan tidak hanya dimulai dari kepatuhan di jalan raya, tetapi juga dari kesadaran bersama menjaga ketertiban, kebersihan dan tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar,” ujar Erwin.
Menurutnya, berdasarkan data tahun 2025 terdapat sekitar 170 ribu kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia dengan puluhan ribu korban meninggal dunia. Sementara di Provinsi Maluku, angka fatalitas kecelakaan pada kuartal pertama meningkat hingga 55 persen.
Karena itu, Jasa Raharja berkomitmen bersama pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama kita semua untuk saling mengingatkan agar berhati-hati di jalan,” tandas Erwin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Ambon, Dinas LHP, PNM Cabang Ambon dan seluruh pihak yang telah membangun sinergi dalam mendukung pengelolaan sampah dan lingkungan di Kota Ambon.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ambon,” harap Erwin.(S-30)