SIWALIMA.id > Berita
Forum Maritim Indonesia - Belanda Bahas Rencana Pembangunan MIP
Online | Kamis, 12 Februari 2026 pukul 14:48 WIT

AMBON, Siwalima.id - Rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) menjadi isu khusus yang dibahas dalam Forum Bilateral Maritim ke-6 antara Indonesia dan Belanda.

Forum dialog Maritim Indonesia - Belanda tersebut berlangsung di Kota Den Haag Belanda, dibuka oleh Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Kerajaan Belanda, Robert Tieman, Rabu (11/2) kemarin.

Delegasi Indonesia dipimpin Wamenlu Arif Havas Oegroseno, didampingi sejumlah pejabat penting diantaranya, Kemenko Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan, KKP, Kemenhub, Kementerian PU, BAPPENAS serta perwakilan PT Pelindo, kalangan swasta dan Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon, Kusno Kuntoro.

Selain pejabat tingkat pusat, forum bilateral maritim Indonesia - Belanda ini juga di hadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa sebagai satu-satunya gubernur yang diundang Kemenlu pada forum bergengsi tersebut.

Gubernur Maluku yang didampingi Tim Project Management MIP, RJ Lino yang juga mantan Dirut PT Pelindo II yang berhasil membangun Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priuk secara tegas mendorong realisasi rencana pembangunan MIP.

“Sebagai Gubernur Maluku, saya tentunya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenlu yang mengundang saya untuk hadir dan berbicara di forum tersebut. Forum ini sangat relevan untuk kepentingan Maluku,” ucap gubernur kepada Siwalima.id melalui pesan WhatsApp, Kamis (12/2).

Gubernur menjelaskan, forum bilateral maritim ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan kemaritiman Indonesia dan Belanda, sekaligus memberi peluang untuk mengindentifikasi peluang-peluang bisnis dan investasi di sektor kelautan dan wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait isu- isu di bidang kemaritiman atau kelautan.

Forum bilateral maritim ke-6 antara Indonesia dan Belanda kali ini, memberi perhatian khusus kepada rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang menjadi perjuangan bersama pemerintah daerah dan masyarakat Maluku.

“MIP bukan sekedar pelabuhan biasa, melainkan suatu pelabuhan terintegrasi yang berfungsi sebagai pelabuhan logistik/kargo, pelabuhan perikanan, pelabuhan untuk kapal roro dan juga sebagai pelabuhan untuk terminal LNG,” jelas gubernur.

MIP sambung gubernur, akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi biru (blue economy) di kawasan timur Indonesia.

“Sudah saatnya Maluku menjadi Hub bagi kawasan timur Indonesia tidak hanya Makassar,” tegas gubernur.

Mantan anggota DPR ini pun minta dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Maluku agar proyek MIP berhasil, sehingga akan mendatangkan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.(S-20)

BERITA TERKAIT