SIWALIMA.id > Berita
Forum Maritim Indonesia - Belanda Bahas MIP
Daerah | Jumat, 13 Februari 2026 pukul 14:27 WIT

AMBON, Siwalima.id - Rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) menjadi isu khusus yang dibahas dalam Forum Bilateral Maritim ke-6 an­tara Indonesia dan Belan­da.

Forum dialog Maritim Indonesia - Belanda tersebut berlangsung di Kota Den Haag Belanda ini dibuka oleh Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Kera­jaan Belanda, Robert Tie­man, Rabu (11/2).

Delegasi Indonesia dipimpin Wamenlu Arif Havas Oegroseno didam­pingi sejumlah pejabat pen­ting diantaranya Ke­men­ko Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan, KKP, Kemenhub, Kementerian PU, Bappenas serta perwakilan PT. Pelindo, kalangan swasta dan Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon, Kusno Kuntoro.

Selain pejabat tingkat pusat, forum bilateral maritim Indonesia - Belanda ini juga di hadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa seba­gai satu-satunya gubernur yang diundang Kemenlu pada forum bergengsi tersebut.

Gubernur Maluku yang didam­pingi Tim Project Management MIP, R.J. Lino yang juga mantan Dirut PT. Pelindo II yang berhasil mem­bangun Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priuk secara tegas men­dorong realisasi rencana pemba­ngunan MIP.

“Sebagai gubernur Maluku, saya tentunya mengapresiasi dan berterima kasih Kementerian Luar Negeri yang mengundang saya untuk hadir dan berbicara di forum tersebut. Forum ini sangat relevan untuk kepentingan Maluku,” ucap gubernur kepada Siwalima.id mela­lui pesan whatsapp, Kamis (12/2).

Gubernur menjelaskan forum bilateral maritim ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan kemari­timan Indonesia dan Belanda, sekaligus memberi peluang untuk mengindentifikasi peluang-peluang bisnis dan investasi di sektor kelautan dan wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait isu- isu di bidang kema­ritiman atau kelautan.

Forum bilateral maritim ke-6 antara Indonesia dan Belanda kali ini, kata Gubernur memberi perha­tian khusus kepada rencana pem­bangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang menjadi per­juangan ber­sama pemerintah daerah dan mas­yarakat Maluku. “MIP bukan sekedar pelabuhan biasa melain­kan suatu pelabuhan terintegrasi yang ber­fungsi sebagai pelabu­han logistik / Kargo, pelabuhan perikanan, pela­buhan untuk kapal kapal roro dan juga sebagai pela­buhan untuk terminal LNG,” jelas Gubernur.

MIP sambung Gubernur akan menjadi penggerak utama pertum­buhan ekonomi biru (blue economy) di kawasan timur Indonesia.

“Sudah saatnya Maluku menjadi Hub bagi kawasan timur Indonesia tidak hanya Makassar,” tegas Gubernur.

Mantan anggota DPR ini pun meminta dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Maluku agar proyek MIP berhasil sehingga akan mendatangkan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat di Maluku.(S-20)

BERITA TERKAIT