BULA, Siwalima.id - Kabupaten Seram Bagian Timur dipercaya sebagai tuan rumah Intermediate Training HMI tingkat nasional.
Hadirnya ratusan peserta HMI dalam pelatihan kader dari seluruh Indonesia membuat bangga masyarakat Maluku khususnya SBT.
“Sungguh merupakan kehormatan besar bagi Pemerintah Kabupaten SBT, karena daerah ini terpercaya menjadi tuan rumah Intermediate Training HMI Nasional,” katanya dalam sambutan di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan. Jumat. (21/11)
Dijelaskan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kaderisasi, tetapi juga sebagai sebuah proses penting dalam pembentukan intelektual muslim yang siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.
“Hadirnya peserta dari berbagai daerah membuktikan SBT juga menjadi bagian dari pergerakan pemikiran nasional. Sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam bingkai kebangsaan,” tegasnya.
Tema” HMI Masa Depan: Respon Atas Dinamika Umat Islam Dalam Kebangsaan” menurutnya sangat relevan dalam kebangsaan saat ini.
Ia menyebut HMI sebagai organisasi perjuangan yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa, pintunya memikul tanggung jawab sejarah yang besar.
Oleh karena itu, kader hari ini harus hadir sebagai perekat persatuan, penjaga nilai keislaman yang moderat, serta penggerak inovasi untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.
Untuk itu, masa depan bangsa ini berada di tangan pemuda yang memiliki ilmu, akhlak dan menjadi kebangsaan yang tak tergoyahkan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, menghasilkan kader unggul yang matang secara intelektual dan spiritual, dan menjadi langkah awal kebangkitan generasi intelektual Islam dari SBT untuk Indonesia,” ingatnya.
Pemerintah daerah katanya, akan selalu membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan, termasuk HMI.
“Ini adalah upaya kita bersama dalam meningkatkan kualitas SDM, pembangunan sosial, dan penguatan karakter kebangsaan,” ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Umum HMI Cabang SBT, Ali Yusba Kelilauw mengungkapkan, pengkaderan merupakan suatu satu usaha organisasi, yang dilakukan secara sadar dan sistematis.
“Salah satu yang melakukan kaderisasi adalah HMI, mengimplementasikan pengkaderan dalam beberapa tahap, diantaranya rekrutmen pembentukan dan pengembangan serta pengabdian,” ujarnya.
LK II HMI dirancang untuk mempersiapkan kader, agar memiliki kemampuan analitis yang tajam, pemahaman yang mendalam tentang nilai- nilai dasar perjuangan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB HMI, Muhammad Jusriyanto menambahkan, bicara tentang HMI tentunya menjadi aktor-aktor untuk bagaimana mencerahkan, masyarakat Indonesia tentunya dengan nilai dasar perjuangan yang kita miliki yang sudah terpahami setengah abad lamanya.
“Satu hal yang kemudian perlu kita koreksi adalah terkait dengan bagaimana kita, selain berpikir makro juga mesti berpikir mikro. Artinya kader HMI selain handal dalam berwacana, membangun narasi karena memang itu sebagai tuntutan.
Masa lalu katanya banyak senior HMI yang menduduki posisi strategis bukan hanya di pemerintahan, tetapi di berbagai macam sektor. Sampai hari ini di kabinet Prabowo Gibran yang paling banyak alumni jadi menteri dan wamen.
“Bagaimana HMI masa depan, apakah kita mampu untuk mempertahankan itu. Tentunya itu menjadi renungan bagi kita semua. Kita tidak bisa hanya bangga dengan apa yang dicapai para senior- senior kita. Tetapi bagaimana kita mampu mengembangkan kapasitas diri,” tegasnya.
Oleh karena itu, yang perlu dikoreksi adalah bagaimana mempersiapkan, kualitas personal, khususnya persoalan intelektualnya untuk bagaimana mengoperasionalkan karena mengembangkan sesuatu ke depannya. (S-27)