SIWALIMA.id > Berita
Empat Unit Sepeda Motor Dibakar, Warga Alang Asaude Palang Jalan
Daerah | Kamis, 12 Februari 2026 pukul 12:41 WIT

 

AMBON, Siwalima.id - Aksi pemalangan jalan kembali terjadi di Seram Bagian Barat. Kali ini, warga Desa Alang Asaude, Keca­-matan Huamual Belakang, melakukan aksi pemalangan jalan,  Selasa (10/2), sekitar pukul 08.00 WIT.

Aksi tersebut dipicu oleh pembakaran empat unit sepeda motor milik warga oleh orang tak dikenal (OTK).

“Peristiwa bermula saat warga melakukan aktivitas penyulingan minyak kayu putih di lokasi Ketel Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Alang Asaude. Sekitar pukul 01.00 WIT, saat hendak kembali ke desa, para korban mendapati empat unit sepeda motor mereka telah hangus terbakar,” ungkap Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli dalam rilisnya, Rabu (11/2).

Dikatakan, aksi itu sempat menghentikan arus transportasi antar wilayah di Pulau Seram.

Dua titik utama pemalangan berada di Jembatan Waihanunu dan kawasan Batu Putih, Desa Alang Asaude. Di Jembatan Waihanunu, warga menutup akses jalan menggunakan cor semen, pasir, dan batako.

Sementara di Batu Putih, penghalang jalan berupa batang pohon dibentangkan melintang di badan jalan.

“Peristiwa bermula saat warga melakukan aktivitas penyulingan minyak kayu putih di lokasi Ketel Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Alang Asaude. Sekitar pukul 01.00 WIT, saat hendak kembali ke desa, para korban mendapati empat unit sepeda motor mereka telah hangus terbakar,” ujarnya. 

Kejadian itu memicu reaksi emosional warga yang kemudian berujung pada aksi pemalangan jalan sebagai bentuk protes.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Polres SBB bergerak dengan pendekatan persuasif dan dialogis.

Kapolres sendiri memantau langsung langkah penanganan melalui jajaran di lapangan.

“Kami memahami kekecewaan dan keresahan masyarakat atas peristiwa yang terjadi. Namun kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum,” kata Andi.

Ia menegaskan, kepolisian akan menjamin rasa aman dan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum.

Pembongkaran blokade dilakukan sekitar pukul 13.55 WIT oleh personel gabungan Polres SBB dan Polsek Waesala yang dipimpin Wakapolres SBB Kompol Beninkurniawan, didampingi sejumlah pejabat utama Polres.

Sekitar pukul 14.10 WIT, seluruh material pemalangan berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali berjalan normal. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Usai pembongkaran, aparat kepolisian menggelar pertemuan dengan Kepala Desa Alang Asaude dan para korban pembakaran kendaraan.

 Dalam pertemuan tersebut, polisi mengingatkan bahwa pemalangan jalan merupakan tindakan melanggar hukum.

Kapolres juga memastikan bahwa kasus pembakaran sepeda motor akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional dan transparan. Para korban diarahkan untuk segera membuat laporan polisi agar proses penyelidikan dapat berjalan optimal dan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Kini, aktivitas lalu lintas di ruas Jalan Trans Seram, Kecamatan Waisala, Kabupaten SBB, kembali normal setelah aparat Polres SBB membongkar. 

Polres SBB mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta mempercayakan penanganan persoalan kepada aparat penegak hukum. (S-25)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps