AMBON, Siwalimanews – Bencana kebakaran kembali terjadi di Kota Saumlaki, Kabupaten Tanimbar, kali ini melanda Pasar Omela, mengakibatkan dua bangunan tempat usaha warga ludes terbakar, Selasa (5/8).
Dua bangunan yang hangus terbakar ini merupakan tempat usaha billiar dan warung nasi milik Esterlina Futwembun (63), seorang pensiunan PNS. Warung nasi ini sudah lama tak digunakan namun, dipakai oleh Lala Lakburlawal sebagai tempat menyimpan bahan makanan berupa umbi-umbian dan sagu.
Kasi Humas Polres Tanimbar Ipda Olof Batlayeri menjelaskan, dugaan sementara kebakaran ini diduga berasal dari bekas warung nasi yang sudah lama tidak difungsikan, namun dijadikan sebagai tempat menyimpan bahan makanan seperti umbi-umbian dan sagu.
“Untuk penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat korsleting arus listrik. Saat ini masih dalam penyelidikan,” jelas Ipda Batlayeri dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (6/8).
Menurut Ipda Batlayery, bangunan yang terbakar ini terbuat dari material bangunan yang sebagian besar dari kayu dan tripleks ditambah hembusan angin yang kencang sehingga cepat merembet ke bangunan di sekitarnya," ujar Batlayeri.
Meski tidak ada korban jiwa lanjut Ipda Batlayery, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, penyelidikan terhadap penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak Inavis Polres Tanimbar.
Sementara menurut keterangan pemilik barang yang dititipkan di warung nasi Lala Lakborlawar," tulis kata Ipda Batlayery, saat kejadian dirinya berada di rumah tak jauh dari lokasi, namun ia mendengar teriakan warga yang memberitahukan bahwa terjadi kebakaran.
Disaat dirinya keluar rumah, ia melihat api mulai membesar dari pintu rumah pertama yang merupakan tempat penitipan barang miliknya.
“Saya langsung teriak minta tolong dan berusaha padamkan api pakai alat seadanya. Tapi karena dua rumah itu terbuat dari tripleks dan papan serta angin kencang, api cepat sekali merambat dan membesar,” tulis Ipda Batlayery mengutip ucapan Lala.
Sementara pemilik dua bangunan itu Esterlina Futwembun mengaku, saat peristiwa itu terjadi, ia sementara berada di rumahnya di Desa Sifnana. Ia mengetahui rumahnya terbakar setelah diberitahukan oleh para tukang ojek yang melintas.
“Mendengar informasi dari tukang ojek, saya langsung ke lokasi dan lihat api sudah membesar membakar dua rumah saya,” jelas Ipda Batlayery mengikuti ucapan Futwembun.
Sekitar pukul 14.00 WIT, mobil pemadam kebakaran yang didukung mobil tangki air milik warga tiba di lokasi untuk memadamkan api dan api berhasil dijinakan r pukul 14.50 WIT oleh personel Damkar Pemkab Tanimbar yang dibantu personel Polres.
Ipda Batlayeri mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau serta melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar lewat Call Center 110.(S-26/S-25)