SIWALIMA.id > Berita
Dua Aparat Meninggal Saat Selamatkan Pelajar Tenggelam
Daerah | Selasa, 23 Juni 2026 pukul 13:59 WIT

AMBON, Siwalima.id - Duka menyelimuti masyarakat Maluku setelah dua aparat negara gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di objek wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara,  Minggu (21/6).

Kedua korban adalah Briptu Nanda Tutu­poho dan Serda Rangga Keduanya me­ninggal dunia setelah terseret arus dan dihantam ombak saat berusaha menolong seorang pelajar yang me­ngalami kesulitan di laut.

Kepala Bidang Humas Polda Ma­luku, Kombes Rositah Umasugi, menyampai­kan belasungkawa atas gugurnya kedua aparat tersebut.

“Kami keluarga besar Polda Ma­luku menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho dalam upaya pe­nyelamatan seorang anak yang mengalami musibah tenggelam. Almarhum telah menunjukkan kebe­ranian, kepedulian, dan pengabdian yang luar biasa kepada masyarakat,” kata Rositah dalam keterangan ter­tulisnya, yang diterima Senin (22/6).

Menurut dia, tindakan yang dila­kukan Briptu Nanda bersama Serda Rangga merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan nilai kemanusiaan yang patut menjadi teladan.

Ia menjelaskan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.40 WIT di kawasan tebing Pantai Nirun Lear Ngursoin. Saat itu, sekelompok pelajar yang diduga masih berstatus siswa SMP berada di area tebing pantai untuk berfoto.

Salah seorang pelajar, Opy Hanu­bun (16), tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak lama kemudian, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut menarik perha­tian pengunjung pantai, termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga yang saat itu berada di lokasi.

“Tanpa berpikir panjang, kedua­nya langsung terjun ke laut untuk memberikan bantuan.

Namun, kondisi perairan yang dipenuhi ombak besar dan arus kuat membuat kedua aparat tersebut ikut terseret arus di sekitar area tebing pantai,”tutur Rositah.

Warga yang menyaksikan keja­dian segera melakukan upaya penye­lamatan. Pelajar yang tenggelam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, Briptu Nan­da dan Serda Rangga juga berhasil dievakuasi setelah sempat terbawa arus.

Ketiganya kemudian dilarikan ke Puskesmas Danar untuk mendapat­kan penanganan medis.

Sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setibanya di puskesmas. Sementara Briptu Nanda sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RS Karel Sadsuitubun Langgur.

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Briptu Nanda dinyata­kan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi potret pe­ngorbanan aparat negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Keberanian kedua anggota TNI dan Polri tersebut mendapat penghor­matan dari berbagai pihak karena rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain.

Polda Maluku bersama jajaran TNI Angkatan Udara memberikan peng­hormatan terakhir kepada kedua almarhum serta mendampingi ke­luarga yang ditinggalkan.

Kepergian Briptu Nanda Tutu­poho dan Serda Rangga meninggal­kan duka mendalam bagi masyarakat Maluku dan Indonesia. 

Keduanya dikenang sebagai sosok yang gugur dalam misi kemanusiaan untuk me­nyelamatkan nyawa sesama.(S-25)

BERITA TERKAIT