SIWALIMA.id > Berita
DPRD MBD Janji Temui Kemenhub soal Trayek R-73 dan R-86
Daerah | Selasa, 27 Januari 2026 pukul 13:48 WIT

TIAKUR, Siwalima.id - DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya berjanji akan menemui Ke­menterian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut untuk meminta peninjauan ulang trayek kapal perintis R-73 dan R-87.

Sebelumnya, Kementerian Per­hubungan sudah memastikan perubahan rute pada trayek kapal perintis khususnya R-73 dan R-86 demi efisiensi anggaran.

Sejumlah wilayah di kabupaten Maluku Barat Daya tidak lagi di­lewati oleh kapal sabuk nusantara yakni Luang, Kroing dan Arwala. 

Terkait dengan masalah ini Ketua DPRD MBD mengaku pihak­nya tetap akan memper­juangkan agar trayek R-73 dan R86 sesuai dengan yang dikeluarkan dirjen perhubungan laut tahun 2025, bukan 2026.

“Waktu dengan Komisi III DPRD Maluku, saya (beta-Red) menyam­pai­kan 2 kapal itu sangat dibutuh­kan masyarakat di Kroing, Luang dan Wetar. Masyarakat di Luang kan sangat membutuhkan kapal itu. Sebab itu diharapkan semuanya harus mengikuti trayek 2025, di­tambahkan KM Sanus 87 juga bisa masuk,” katanya kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (26/1).

Ia menjelaskan dalam peruba­han trayek tahun 2026 ternyata ti­dak ada Luang, Kroing dan Arwala dan juga di beberapa tempat, khu­sus untuk 2 kapal R-73 dan R-86 yaitu KM Sabuk Nusantara 87 dan 104.

Dia mengakui, memang ada KM Sanus 71 dan KM Sanus 60 yang ma­suk di Luang, tetapi trayek terak­hirnya itu tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Luang.

“Kita sudah rapat dengan Dinas Perhubungan MBD dan meminta agar dapat mengusulkan trayek yang baru. Kami juga sementara menunggu undangan dari Komisi III DPRD Maluku untuk hering ber­sama. Setelah itu kami akan ber­sama-sama ke Jakarta,” janjinya.

Dikatakan, aspirasi rakyat harus ditindaklanjuti dan dalam rapat dengan Komisi III DPRD Maluku, ia menjelaskan sampai saat ini dermaga belum ada di Luang.

Ia memastikan, pihaknya akan te­tap mengawal terus dan diharapkan dalam waktu dekat ada direvisi SK Dirjen Perhubungan Laut. “Untuk mekanisme seperti apa kita akan mengikuti. Olehnya diharapkan masyarakat bisa bersabar, karena prosesnya mengusulkan dan pu­tusannya ada di Pempus,” tandasnya.(S-28)

BERITA TERKAIT