AMBON, Siwalima.id - Pimpinan dan anggota Banggar serta Bamus DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (10/11).
Kedatangan Jemimah Hasanah dan rombongan diterima Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun di ruang rapat utama kantor DPRD.
Kunjungan ini disebut menjadi momentum penting, dalam mempererat hubungan kerja dan sinergi antara kedua lembaga legislatif.
Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan DPRD DKI.
Ia mengaku, perjalanan menuju Kota Ambon tidaklah singkat, namun kehadiran tersebut menunjukkan komitmen yang kuat, dalam meningkatkan koordinasi dan berbagi pengalaman terkait berbagai aspek pembangunan.
“Selamat datang di Kota Ambon, bapak dan ibu dari DPRD DKI. Kami sangat menghargai kehadiran anda semua. Kami percaya, kunjungan ini akan memberikan nilai tambah bagi kerja-kerja legislasi kita,” jelas Benhur.
Dalam sambutan itu, Benhur turut memperkenalkan 45 Anggota DPRD Maluku dari 9 fraksi yang ada di Baileo Rakyat Karpan tersebut.
Ia menggambarkan kondisi geografis Maluku yang unik, dengan lebih dari 1.200 pulau, yang memiliki karakteristik wilayah yang luas namun berpenduduk relatif sedikit.
“Ini teman teman ke-45 anggota DPRD Maluku, kita di Maluku ada 9 fraksi dan 4 komisi,” terangnya
Yang paling penting dari kehadiran DPRD DKI yakni ada kolaborasi dan komunikasi yang baik yang patut diapresiasi dan dukungan, yang selama ini diberikan oleh Pemprov Jakarta dalam berbagai agenda kunjungan kerja DPRD Maluku di Ibukota Negara.
“Jakarta selalu menjadi pintu utama bagi kami, dalam berbagai urusan pemerintahan. Kami harap, hubungan baik ini dapat terus ditingkatkan melalui pertukaran informasi, sinergi program, dan kerjasama strategis di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Banggar DPRD DKI Jakarta, Jemimah Hasanah, tampil mewakili rombongan dan menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat DPRD Provinsi Maluku. Ia memperkenalkan jajaran anggota Banggar dan Banmus yang hadir, termasuk perwakilan dari berbagai fraksi seperti PKS, Golkar, Gerindra, Demokrat, PSI, hingga PKN.
Jemimah turut menyinggung pengalaman menarik selama berada di Ambon, termasuk kekayaan budaya, keramahan masyarakat lokal, dan sambutan penuh kekeluargaan dari DPRD Maluku.
“Kalau di Jakarta kami sering menerima tamu dari daerah, tapi sambutan di Maluku sangat luar biasa. Tidak hanya hangat, tetapi juga sangat bersahabat. Ini kehormatan bagi kami,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, anggota Banggar DKI juga menjelaskan situasi terkini terkait penyusunan APBD Jakarta yang baru saja disahkan.
Ia mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada dana bagi hasil, namun Pemprov dan DPRD DKI tetap berupaya menjaga stabilitas fiskal dengan langkah-langkah optimalisasi.
“Memang tahun ini terjadi penurunan cukup besar pada DBH, tapi kami berusaha menutup kekurangan dengan menggali potensi pendapatan lain, terutama sektor parkir. Kota Jakarta besar, sehingga banyak titik parkir yang selama ini belum tergarap optimal,” jelasnya.
Optimalisasi pajak parkir diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang bisa memperkuat APBD di tengah fluktuasi transfer pusat.
Dalam dialog tersebut, Jemimah juga menyoroti kesamaan tantangan antara Jakarta dan Maluku dalam mengelola wilayah kepulauan.
Ia menyebutkan DKI memiliki Kepulauan Seribu yang terdiri dari 111 pulau, dengan jumlah pemilih sekitar 30 ribu, kondisi yang secara karakteristik mirip dengan pulau-pulau kecil di Maluku.
“Kepulauan Seribu ini tidak menjadi kabupaten tersendiri, tetapi langsung di bawah Pemprov Jakarta. Jadi kami memahami betul bagaimana tantangan memberikan pelayanan publik di wilayah kepulauan,” ujarnya. (S-26)