AMBON, Siwalima.id - Kondisi rumah kemasan yang dibangun Pemkot Ambon di Negeri Passo, kondisinya sangat memprihatinkan.
DPRD meminta kepada Pemerintah Kota Ambon segera melakukan perbaikan agar rumah kemasan bisa digunakan oleh pelaku UMKM mengemas hasil produk mereka.
Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw kepada wartawan mengatakan, fasilitas ini sebelumnya menjadi pusat pengembangan kemasan produk UMKM itu kini justru terbengkalai dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah kota harus memberikan perhatian serius terhadap Rumah Kemasan. Faktanya sampai saat ini sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Laturiuw kepada wartawan di Ambon.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sejumlah peralatan di dalam Rumah Kemasan telah rusak bahkan ada yang hilang.
Keberadaan fasilitas tersebut sejak awal dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk melalui desain, merek, hingga standar kemasan yang lebih modern dan layak dipasarkan.
“Konsep awalnya sangat baik, yakni membantu produk UMKM agar tidak lagi dikemas secara sederhana, tetapi memiliki desain dan identitas produk yang menarik sehingga bisa bersaing di pasar modern,” ujarnya.
Ia menilai, apabila Rumah Kemasan dikelola secara optimal maka produk UMKM berpeluang masuk ke jaringan toko modern seperti Indomaret dan Alfamart karena telah memenuhi standar pemasaran.
Namun hingga kini, dirinya belum melihat adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut.
Ia berharap pada tahun 2026 mendatang Pemkot Ambon dapat melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan gedung, penggantian fasilitas yang rusak, pembangunan pagar pengaman hingga penempatan petugas penjaga.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah diresmikan hanya menjadi pajangan tanpa manfaat nyata bagi masyarakat. Kalau pemerintah serius ingin UMKM berkembang, maka sarana pendukung seperti Rumah Kemasan harus dipastikan berjalan dengan baik,” tegasnya.(S-10)