SIWALIMA.id > Berita
DPPKB Sebut Animo Penggunaan Alat Kontrasepsi Cukup Tinggi
Online | Selasa, 10 Maret 2026 pukul 15:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon menyebut, tingkat kesadaran masyarakat di Ambon untuk menggunakan alat kontrasepsi tergolong tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PPKB, Juliana Welhelmina Patty kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (10/3). 

Menurut Patty, selain fokus pada pencegahan stunting, pihaknya juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana.

Saat ini pelayanan kontrasepsi tersedia di sekitar 94 fasilitas kesehatan di Kota Ambon, baik di puskesmas maupun klinik swasta yang bekerja sama dengan program keluarga berencana.

“Animo masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi cukup tinggi, khususnya para ibu. Ini menunjukkan masyarakat sudah semakin sadar dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak,” ucap Patty.

Dukungan terhadap program tersebut, juga diperkuat oleh keberadaan kader-kader keluarga berencana di tingkat masyarakat, seperti Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa di tingkat desa atau kelurahan serta Sub-PPKBD di tingkat RT dan RW.

Para kader ini memiliki peran penting dalam melakukan komunikasi dan pendampingan kepada akseptor keluarga berencana, termasuk mengingatkan jadwal penggunaan alat kontrasepsi serta mengarahkan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Disisi lain, Patty juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi Indonesia, termasuk Kota Ambon, terkait bonus demografi. Kondisi tersebut merupakan peluang besar jika dapat dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Bonus demografi adalah jendela peluang ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar. Namun tantangannya adalah bagaimana kita menyiapkan mereka agar memiliki kualitas dan keterampilan sehingga tidak menjadi beban sosial,” jelas Patty.

Untuk itu lanjut Patty, DPPKB Kota Ambon juga mendorong penguatan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah edukasi bagi generasi muda.

Melalui program tersebut, para remaja diberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga kesiapan menghadapi masa depan.

“Kelompok PIK-R ini diharapkan menjadi agen perubahan bagi remaja lainnya, sehingga generasi muda di Kota Ambon bisa lebih siap dalam merencanakan kehidupan mereka secara sehat dan berkualitas,” pungkas Patty.(Mg-1)

BERITA TERKAIT