AMBON, Siwalima.id - Penyediaan air bersih dari PT Dream Sukses Airindo (DSA) mendapat keluhan dari warga di Kelurahan Amantelu dan Kelurahan Waihoka, Kecamatan Sirimau.
Warga menilai kualitas distribusi air bersih yang disediakan semakin memburuk dan tidak menunjukkan perubahan berarti dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pasokan air sering terlambat, tidak menentu, bahkan hanya mengalir dalam waktu singkat dengan tekanan yang rendah.
Salah satu warga Kelurahan Amantelu, Mima Pattiasina, mengungkapkan distribusi air di wilayahnya terkadang baru berjalan setelah dua hingga empat hari.
“Saat air mengalir, durasinya pun sangat terbatas sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kadang dua hari sekali, kadang sampai tiga atau empat hari baru jalan. Alirannya sangat kecil sehingga penampungan air tidak pernah terisi penuh,” ujarnya kepada Siwalima, kemarin.
Menurut Mima, persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat solusi yang memuaskan dari pihak perusahaan.
Akibatnya, keresahan warga terus meningkat dan mulai memunculkan rencana aksi protes.
“Kami hanya ingin kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi. Air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga Kelurahan Waihoka, Hanock Waelewuruw. Ia menyoroti jadwal distribusi air yang sering dilakukan pada tengah malam, sehingga warga harus terbangun untuk menampung air.
“Air biasanya mengalir sekitar pukul 00.00 WIT. Warga terpaksa bangun malam hanya untuk memastikan bisa mendapatkan air,” ungkapnya.
Meningkatnya keluhan masyarakat membuat sejumlah warga mendesak agar pengelolaan distribusi air bersih di beberapa wilayah Kecamatan Sirimau dievaluasi.
Bahkan muncul dorongan agar Perumdam Tirta Yapono Ambon mengambil alih pelayanan distribusi air guna menjamin kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih baik.
Warga menilai persoalan air bersih yang terus berulang telah berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga dan kualitas hidup masyarakat.
Mereka juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi agar krisis distribusi air yang terjadi tidak terus berlarut-larut.
Sementara itu, Plt Direktur PT DSA Jefry Riry yang di konfirmasi terkait keluhan warga tersebut tidak merespon.(S-10)