AMBON, Siwalima.id - Dinas Pertanian Maluku memastikan, akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap penjualan hewan qurban menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah.
Bahkan Distan Maluku juga, telah menjadwalkan proses pengawasan hewan qurban, baik sapi maupun kambing mulai berlangsung pada 22 Mei. Hal ini, untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Kepala Bidang Peternakan Distan Maluku, Fahmi Yusuf kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Senin (18/5) menjelaskan, pengawasan hewan qurban merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk kehadiran pemerintah, guna menjamin hewan qurban yang dijual sesuai dengan aturan.
Distan untuk Kota Ambon sendiri telah menetapkan 12 lokasi yang selama ini menjadi tempat penjualan hewan qurban untuk menjadi titik pengawasan, sementara untuk kabupaten/kota lain, Distan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat agar melakukan pengawasan juga.
“Sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengawasan berada di kawasan Kate-Kate, Poka, Wailela, Air Kuning, dan Ahuru. Titik-titik tersebut dipilih, karena menjadi lokasi utama berkumpulnya hewan qurban menjelang Idul Adha,” jelas Fahmi.
Menurutnya, ketika hewan ternak sudah terkumpul pada lokasi-lokasi penjualan, maka tim dari Distan akan mulai awasi secara intensif, termasuk pengawasan juga tetap dilakukan, apabila masih terdapat pengiriman ternak menjelang hari raya kurban.
Pemeriksaan dilakukan, guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular, sekaligus memastikan hewan kurban berada dalam kondisi aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Petugas dari Dinas Pertanian akan memantau kondisi kesehatan ternak secara berkala di setiap lokasi penjualan,” ucap Fahmi.
Terkait dengan jumlah hewan kurban di Maluku, Fahmi mengaku, mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, dimana jumlah sapi yang disembelih tercatat sebanyak 682 ekor, sedangkan kambing mencapai 524 ekor yang didatangkan dari sentra ternak di Maluku Barat Daya dan Pulau Seram.
Selanjutnya pada tahun 2025, jumlah sapi kurban meningkat sekitar 6,6 persen menjadi 727 ekor dengan jumlah kambing mengalami kenaikan signifikan sebesar 43 persen, dari 524 ekor menjadi 750 ekor.
Sementara untuk tahun 2026, pihaknya belum memperoleh data resmi jumlah hewan kurban yang akan masuk ke wilayah Ambon dan sekitarnya.
“Yang pasti pengiriman ternak dari daerah sentra seperti Maluku Barat Daya, Pulau Seram, dan Pulau Buru masih terus berlangsung hingga menjelang Idul Adha, jadi kita belum dapat data yang pasti,” ungkap Fahmi.
Ia menegaskan, seluruh hewan qurban yang akan disembelih, harus cukup umur, sehat secara fisik, serta tidak memiliki cacat.(S-20)