AMBON, Siwalima.id - Dinas Kesehatan Kota Ambon terus memperkuat upaya pendataan masyarakat miskin yang berisiko tinggi mengalami sakit, guna memastikan mereka memperoleh akses BPJS Kesehatan gratis.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, kepada Siwalima.id di Balai Kota, Selasa (10/2).
Menurutnya, Dinas Kesehatan secara aktif melakukan sosialisasi lintas sektor, termasuk kepada seluruh puskesmas di wilayah Kota Ambon, agar warga miskin yang membutuhkan pertolongan kesehatan dapat terdata dan diusulkan secara rutin.
“Kami sudah mensosialisasikan ke lintas sektor dan semua puskesmas, agar masyarakat miskin yang memiliki risiko tinggi mengalami sakit dan membutuhkan pertolongan, dapat diusulkan setiap bulan ke Dinas Kesehatan,” jelas Norimarna.
Menurutnya, usulan yang masuk dari puskesmas, kemudian direkap oleh Dinas Kesehatan dan selanjutnya disampaikan ke pihak BPJS Kesehatan untuk diproses sebagai peserta penerima bantuan iuran.
Selain melalui puskesmas, Norimarna menyebutkan, masyarakat juga dapat mengakses BPJS Kesehatan gratis melalui Dinas Sosial, serta desa dan kelurahan di wilayah Kota Ambon.
“Pengusulan bisa melalui puskesmas, Dinas Sosial, maupun desa dan kelurahan. Semua jalur ini kami buka agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan,” ujarnya.
Terkait kriteria penerima, Norimarna menegaskan, program BPJS Kesehatan gratis ini diperuntukkan bagi penduduk miskin Kota Ambon, dengan persyaratan utama berupa surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat.
Prioritas juga diberikan kepada kelompok masyarakat miskin yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
“Misalnya masyarakat miskin dengan gizi buruk, ibu hamil, lansia, serta warga yang menderita penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Ini yang menjadi prioritas utama kami,” jelasnya.
Meski demikian, Norimarna mengaku, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan BPJS Kesehatan gratis di Kota Ambon, khususnya untuk pembayaran iuran bagi seluruh masyarakat miskin di wilayah kota.
“Kendala terbesar adalah ketersediaan dana untuk mengalokasikan pembayaran iuran bagi semua masyarakat miskin di Kota Ambon,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan, Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kota Ambon terus melakukan penyesuaian dan perencanaan anggaran, agar program BPJS Kesehatan gratis tetap berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Pasalnyu, komitmen Pemkot Ambon adalah memastikan tidak ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan, hanya karena keterbatasan ekonomi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.(Mg-1)