AMBON, Siwlaima.id – Kapal penampung ikan, KM Sahabat Samudra yang sementara bersandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara, Tantui terbakar, Sabtu (14/2) dini hari.
Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik pada kamar mesin kapal tersebut mengakibatkan ledakan yang cukup kuat. Beruntun dalam kebakaran itu tak ada korban jiwa, dikarenakan nahkoda maupun ABK kapal naas itu berhasil menyelamatkan diri.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo J Hehamahua, kepada Siwalima.id usai kebakaran itu menjelaskan, pihaknya menerima informasi adanya kebakaran ddari masyarakat, yang melaporkannya melalui telepon.
“Begitu menerima laporan pada pukul 03.30 WIT, kami langsung mengerahkan armada ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas,” ucap Alfredo.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran terjadi karena korsleting listrik di kamar mesin kapal tersebut. Untuk mengendalikan api, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 4 unit mobil damkar.
“Kebakaran ini kita kerahkan tiga unit armada damkar mobil yang mana 3 armada dari markas komando dan 1 armada dari Pos siaga Passo,” ucap Alfredo.
Respons cepat petugas kata Alfredo, membuahkan hasil, dimana dalam waktu kurang lebih satu jam, api berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman pada pukul 04.30 WIT.
“untuk kejadian kebakaran ini tak ada korban jiwa, sementara nilai kerugiannyapun masih berada dalam proses pendataan,” jelas Alfredi.
Peristiwa kebakaran kapal ini, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, khususnya pada fasilitas yang memiliki peralatan mesin berdaya tinggi.
Pemkot Ambon melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menghimbau, pihak pengelola fasilitas umum, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk secara berkala melakukan pemeriksaan instalasi listrik guna mencegah potensi kebakaran.
“Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat musibah telah terjadi. Pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat secara cepat agar risiko kerugian jiwa maupun materi dapat diminimalkan,” himbau Alfredo.(Mg-1)