SIWALIMA.id > Berita
Diduga Dana PIP Digelapkan, Orang Tua Siswa Minta Kepsek Dicopot
Pendidikan | Senin, 13 April 2026 pukul 14:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Orang tua siswa SD Inpres Uwen Pantai, Kecamatan Taniwel, Kabu­paten Seram Bagian Barat mendesak Dinas Pendidikan SBB untuk men­copot Adelia Solarbesain dari jabatannya sebagai kepala sekolah tersebut.

Desakan orang tua untuk men­copot sang kepsek, lantaran yang bersangkutan diduga melakukan penggelapan dana Program Indonesia Pintar atau PIP milik para siswa di sekolah itu.

Dalam video aksi demo yang dite­rima Siwalima, Sabtu (11/4) terlihat para orang tua secara terbuka mem­bongkar dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan yang hingga kini tidak pernah diterima siswa, meski telah dicairkan.

Ironisnya, ditengah dugaan ter­sebut, kondisi fasilitas sekolah juga memprihatinkan. Orang tua bahkan harus turun tangan sendiri.

Salah satu orang tua siswa, Mei­kelan Meute mengaku, membawa kursi dari rumah agar anaknya bisa duduk untuk mengikuti proses bela­jar mengajar dengan baik.

“Kursi par beta (saya) anak duduk seng (tidak) ada, akhirnya beta rasa prihatin. Beta bawa kursi dari rumah par beta anak terima pelajaran,” ucapnya.

Orang tua siswa lainnya, Paulina Katayane mengaku, telah menandatangani pencairan dana PIP, namun uang tersebut tak kunjung diterima.

“Beta sudah tanda tangan tapi beta anak seng pernah dapat uang itu. Padahal sudah dijanjikan esok lusa terus menerus. Beta minta kepala sekolah ini dicopot dan dipindahkan,” tegas Paulina.

Tak hanya dari orang tua siswa yang bersuara Yatri Sinia salah satu guru pada SD tersebut membantah pernyataan kepala sekolah terkait penggunaan ruang kelas.

“Tidak benar kalau kepsek bilang kelas itu tidak dipakai. Beta sendiri pakai kelas itu sebagai wali kelas,” tandasnya.

Selain itu, dalam aksi ini dugaan kejanggalan administrasi juga mencuat, dimana guru lainnya yakni Marlisa Maitale mengaku, pernah diminta menandatangani kwitansi kosong.

“Katanya salah di kwitansi lalu tulis ulang, padahal itu tidak benar. Saya sendiri yang menandatangani kwitansi kosong untuk pembayaran gaji guru,” beber Marlisa.

Orang tua siswa minta, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan ini hingga tuntas.

Jika benar dana PIP telah dicairkan, namun tidak sampai ke tangan siswa, maka praktik ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi berpotensi masuk ranah hukum.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala SD Inpres Uwen Pantai Adelia Solarbesain, belum juga memberikan klarifikasi. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik.(S-26)

BERITA TERKAIT