AMBON, Siwalimanews – Pihak SMP Negeri 6 Hulaliu, KaÂbupaten Maluku Tengah memastiÂkan dana program indonesia pintar (PIP) sudah dicairkan ke 18 siswa penerima.
Pencairan terlambat dilakukan untuk 15 siswa karena rekening berÂmasalah dan sudah diselesaikan dengan pihak Bank BRI Cabang Masohi.
âPencairan awal dilakukan untuk 3 penerima dan 15 penerima rekeÂningÂnya bermasalah,â kata Kepala SMP Negeri 6 Hulaliu Hanna Laisina dalam keterangan persnya di Ambon Minggu (19/10).
Diakui lambatnya proses penÂcairan membuat pihak sekolah dituding melakukan penggelapan dana PIP siswa.
âDari total 18 penerima beasiswa PIP pada Juli 2025, hanya 3 siswa yang menerima dana tanpa kendala, sementara 15 lainnya mengalami masalah nomor rekening di bank,â jelasnya.
Diakui, setiap kali siswa lulus, buku tabungan langsung kami seÂrahkan. Kalaupun ada buku yang masih tertahan, itu atas persetujuan orang tua, terutama untuk siswa yang masih aktif.
Hal itu dibenarkan oleh Kaur Kesiswaan SMPN 6 Malteng, Fernando Ferdinandus. Ia menjelasÂkan dana PIP sudah masuk ke reÂkening masing-masing siswa, namun proses pencairan sempat tertunda karena rekening bermasalah.
âKami sudah ke BRI Cabang Masohi pada Senin 13 Oktober dan setelah dicek, dananya sudah masuk Kamis 16 Oktober, kami langsung serahkan buku tabungan ke 15 orang tua siswa disertai berita acara,â ungkapnya.
Ketua Komite Sekolah, Hendrik Leiwakabessy, menambahkan seÂmua langkah sekolah dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara komite, pihak sekolah dan orang tua siswa.
âKita semua sepakat, tanggung jawab ini harus dijalankan dengan hati yang bersih. Jangan sampai ada kesalahpahaman yang bisa menÂcoreng nama sekolah,â ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Dana BOS, L Katipana, memastikan seluÂruh proses administrasi dilakukan dengan transparan dan terbuka.
âKami selalu mencatat setiap transaksi dan memastikan tidak ada dana yang keluar tanpa prosedur. Semua bukti penyerahan sudah lengkap dan ditandatangani oleh orang tua penerima,â urainya.
Hal senada juga disampaikan perwakilan orang tua siswa, Etha Laisina, yang menuturkan orang tua sepenuhnya mengetahui dan menyetujui proses penyaluran dana tersebut.
âKami sebagai orang tua melihat langsung prosesnya. Tidak ada yang ditutupi, semua dijelaskan dengan baik oleh pihak sekolah,â katanya. (S-26)