SIWALIMA.id > Berita
Bupati SBT Sebut Peran Bidan Sangat Vital
Daerah | Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12:02 WIT

BULA,, Siwalima.id - Bupati Seram Bagian Timur menyebut, peran bidan sangat vital dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pence­ga­han stunting peningkatan kese­hatan reproduksi serta keluarga.

Hal ini disampaikan bupati dalam sambutan yang dibacakan Asisten I, Ramli Kilwarany ketika membuka Muscab III Ikatan Bidan Indonesia Cabang SBT Aula Kemenag, Senin. (19/1)

Dikatakan, Muscab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai sarana evaluasi program kerja dan pertanggung jawaban kepengurusan.

Ini sebagai wadah untuk merumuskan arah kebijaksanaan, memilih kepengurusan yang baru serta memperkuat solidaritas organisasi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan,” pintanya.

Perlu disadari bersama peran bidang sangatlah vital, terutama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pence­ga­han stunting peningkatan kese­hatan reproduksi, serta keluarga sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak di SBT.

Selain itu, bidan adalah garda terdepan yang hadir hingga ketulusan negeri, menjangkau masyarakat dengan keterbatasan akses dan fasilitas.

Oleh karena itu, pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas, profesionalisme dan kesejahteraan tenaga bidan.

“Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah di bidang kesehatan yang berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut ia berharap melalui musyawarah cabang ketiga ini, IBI SBT dapat melahirkan kepengurusan, amanah, sulit dan visioner, serta mampu menyusun program kerja yang adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia, Maluku Nurhayati Tuankotta menyebut angka kematian ibu dan bayi masih menjadi indikator penting.

“Isu kesehatan ibu dan anak hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten kota termasuk di Kabupaten SBT,” jelasnya.

Ia menyebut, jumlah bidan SBT berkisar 200 yang terdaftar, belum lagi satu hari ada yang lulus dan belum terdaftar jadi dipisahkan sekitar 300-an

“Kalau untuk 300-an ini diregulasi terbaru pada tahun 2028 mendatang, bupati bisa pengambilan keputusan sehingga bidan yang masih D3 dinaikkan satu level di tingkat pendidikannya menjadi bidan profesi,” harapnya.

Kalau tidak naik level, menurutnya maka tahun 2028, ketika diminta data terkait dengan angka kematian ibu, stunting tidak bisa dilayani.

Regulasi terbaru, kami IBI sudah menandatangani. Jadi itu menjadi catatan buat ketua IBI terbaru yang ada terpilih,” harapnya.(S-27)

BERITA TERKAIT