MASOHI, Siwalima.id - Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir mengaku Pagelaran Budaya, Ma’atenu Pakapita Matasiri menggambarkan kekayaan nilai budaya masyarakat Negeri Pelauw yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut menampilkan beragam tarian tradisional dan ritual adat yang menggambarkan kekayaan nilai budaya masyarakat Pelauw yang diwariskan secara turun-temurun.
“Hari ini beta (saya) bersama istri berkesempatan hadir. Beta sangat mengapresiasi dan mendukung kekayaan budaya lokal. Tentu local wisdom adalah identitas katong, kebanggaan masyarakat Maluku Tengah,” ujar Bupati dalam dialek melayu Ambon.
Pagelaran budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri bertema “Ragam Gerak Satu Jiwa Maningkamu” juga mendapat apresiasi atas semangat masyarakat Pelauw dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal.
Menurutnya, pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dari pembangunan karakter dan jati diri masyarakat Malteng.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tapi juga menanamkan nilai persaudaraan, gotong royong, dan rasa cinta terhadap daerah sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ny.Betty Epsilon Idroos turut mengapresiasi semangat dan kreativitas masyarakat Pelauw dalam menampilkan karya seni dan budaya yang sarat makna.
Ia menyebut, kegiatan seperti ini menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri.
Pagelaran Ma’atenu Pakapita Matasiri menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya serta mempererat hubungan sosial masyarakat Negeri Pelauw dan seluruh warga Malteng di tengah arus modernisasi yang kian pesat. (S-17)