SIWALIMA.id > Berita
BPK Sebut Ambon Pusat Budaya Nusantara
Daerah | Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 22:31 WIT

AMBON, Siwalimanews – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Dody Wiranto menyebut digelarnya Festival Benteng Victoria guna membuka akses publik dalam memanfaatkan kawasan benteng sebagai ruang ekspresi pemajuan kebudayaan.

Branding “Victoria” dijadikan narasi utama untuk membangun kekuatan Kota Ambon sebagai city of migrant. Sejarawan Gerrit Knaap menyebut,

“Ambon bukan hanya milik orang Maluku, tetapi juga menjadi pusat belajar budaya masyarakat Nusantara, katanya dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (15/10).

Dikatakan penyelenggaraan festival akan dipusatkan di Lapangan Merdeka Ambon pada 17–18 Oktober itu menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memanfaatkan kawasan Benteng Nieuw Victoria sebagai ruang ekspresi budaya.

Dengan semangat itu, festival ini diharapkan mampu menjembatani pemanfaatan Benteng Nieuw Victoria cagar budaya nasional sebagai simbol kebangkitan Kota Ambon dalam membangun peradaban berbasis kebhinekaan dan kohesi sosial menuju konsep Ambon Por Samua.

Festival Victoria yang dilaksana­kan  dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional yang pertama kali ditetapkan pemerintah pada 17 Oktober.

Pihaknya mendukung pemanfaatan Benteng Nieuw Victoria sebagai cagar budaya nasional, memberikan penguatan terhadap pemanfaatan benteng sebagai ruang ekspresi dan studi kebudayaan, mensinergikan stakeholder kebudayaan di Kota Ambon untuk mendukung Ambon sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik oleh UNESCO dan waterfront city.

“Kami mendukung Pemerintah Kota Ambon dalam mengembalikan fungsi Benteng Victoria sebagai cagar budaya di pusat kota,” jelasnya.

Menurutnya, festival akan diisi dengan beragam agenda, seperti, karnaval budaya, diikuti oleh 13 paguyuban Maluku dan Nusantara, 12 sanggar komunitas budaya, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan se-Indonesia.

Selain itu, ada talkshow kebuda­yaan, yang akan menghadirkan narasumber Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Paulus Koritelu (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Maluku) dan kepala BPK Wilayah XX serta perwakilan Denkav XV Pattimura.

Tidak hanya itu, juga pameran kebudayaan yang akan menampilkan 15 stan dari BPK se-Indonesia, Denkav Pattimura, dan UPT terkait. Permainan tradisional, yang mana ini akan mengajak pengunjung bermain permainan tradisional yang hampir punah seperti gici-gici, lengkap dengan apresiasi dari panitia. Bazar UMKM, yang melibatkan 34 pelaku UMKM lokal.(S-25)

BERITA TERKAIT