SIWALIMA.id > Berita
BPBD Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Online | Kamis, 18 Juni 2026 pukul 17:17 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, meskipun saat ini kondisi iklim mulai memasuki fase El Nino.

Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan menjelaskan, berdasarkan data BMKG, fase La Nina yang terjadi sebelumnya telah berakhir sejak Maret lalu. Namun, peralihan menuju fase El Nino tetap berpotensi menimbulkan cuaca yang tidak menentu.

“Menurut data BMKG, fase La Nina terakhir terjadi pada bulan Maret. Dampaknya memang cukup signifikan terhadap kondisi cuaca. Namun sejak Maret hingga saat ini kita sudah memasuki fase El Nino,” ucap Tatipikalawan kepada Siwalima.id di Balai Kota Ambon, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, pada masa transisi antara La Nina dan El Nino, hujan masih dapat terjadi meskipun durasinya tidak sepanjang sebelumnya. Sebaliknya, periode cuaca panas cenderung berlangsung lebih lama.

Kondisi tersebut, sering memicu terjadinya cuaca ekstrem. Setelah mengalami panas berkepanjangan, wilayah tertentu dapat tiba-tiba diguyur hujan yang disertai angin kencang dan cuaca buruk lainnya.

“Sering terjadi cuaca ekstrem akibat panas yang berlangsung cukup lama kemudian tiba-tiba turun hujan. Hujan itu kadang membawa cuaca buruk, seperti angin kencang yang dapat merobohkan pohon maupun merusak atap rumah warga,” ujar Tatipikalawan.

Untuk itu, BPBD mengajak masyarakat agar turut berperan aktif mengurangi risiko bencana dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Tatipikalawan minta warga yang memiliki pohon besar dan sudah berusia tua agar segera melakukan pemangkasan ranting maupun cabang yang berpotensi membahayakan keselamatan saat terjadi angin kencang.

“Kami himbau masyarakat untuk melihat kondisi lingkungan sekitar. Jika ada pohon yang sudah tinggi dan berpotensi membahayakan, sebaiknya dilakukan pemangkasan. Jangan semuanya menunggu pemerintah, karena jika seluruh warga minta pemerintah menangani semuanya, tentu membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk diselesaikan,” tegas Tatipikalawan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu di Kota Ambon.

“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban akibat cuaca ekstrem," pungkasnya.(S-30)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps