AMBON, Siwalima.id - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku 29 April.
Dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (29/4), Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Kamari menyebutkan, secara umum tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah masih berada pada kategori aman (low), namun, sejumlah wilayah menunjukkan peningkatan risiko.
“Sebagian wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (high), sedangkan Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Aru berada pada kategori mudah hingga sangat mudah (very high),” jelasnya.
Berdasarkan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan seperti dedaunan kering dan alang-alang di permukaan tanah. Kondisi ini menjadi indikator awal kemudahan terjadinya kebakaran.
Sementara itu, pada lapisan menengah tanah, berdasarkan indikator Duff Moisture Code (DMC), sebagian besar wilayah Maluku berada pada kategori aman hingga sedang.
“Peningkatan potensi kebakaran terdeteksi di Kabupaten Buru dan Buru Selatan yang masuk kategori tinggi,” terangnya.
Dari sisi penyebaran api, indikator Initial Spread Index (ISI) menunjukkan potensi penyebaran kebakaran di Maluku umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang.
“Meski demikian, wilayah Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar tercatat memiliki tingkat penyebaran api yang tinggi hingga sangat tinggi, terutama dipengaruhi kecepatan angin,” urainya.
Adapun Fire Weather Index (FWI) yang menggambarkan intensitas api secara umum berada pada kategori rendah hingga sedang di seluruh wilayah Maluku.
Masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca terkini serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Peringatan dini ini diperbarui pada Rabu (29/4) pukul 10.30 WIT dan diharapkan dapat menjadi dasar langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku.(S-25)