SIWALIMA.id > Berita
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Maluku
Online | Senin, 8 Juni 2026 pukul 16:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah di Maluku 10 hingga 21 Juni nanti.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Kamari menjelaskan, potensi banjir rob tersebut dipengaruhi oleh fenomena Super New Moon atau fase bulan baru, yang berdekatan dengan titik terdekat bulan terhadap bumi (perigee) yang diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026.

“Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum, sehingga dapat memicu terjadinya banjir pesisir di beberapa wilayah Maluku,” tulis Kamari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Senin (8/6).

Berdasarkan hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut menurut Kamari, wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi, pesisir Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar.

untuk waktu terjadinya gelombang pasang dan banjir rob ini, dapat berbeda-beda di setiap wilayah, baik dari sisi hari maupun jam kejadian. Dampak banjir rob secara umum, dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, terutama kegiatan di pelabuhan dan permukiman warga yang berada dekat garis pantai.

“Potensi banjir pesisir ini dapat memengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi laut, serta aktivitas masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir,” jelas Kamari.

Karena itu Kamari menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pasang maksimum air laut selama periode tersebut.

BMKG juga menghimbau masyarakat, nelayan, operator pelabuhan dan pengguna jasa transportasi laut agar terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG, guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh fenomena tersebut.

"Masyarakat diharapkan selalu memperhatikan informasi cuaca maritim dan peringatan dini yang disampaikan BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan,” pinta Kamari.(S-25)

BERITA TERKAIT