SIWALIMA.id > Berita
Bentrok di Huamual Dua Korban, Empat Orang Diamankan Polisi
Online | Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 18:10 WIT

PIRU, Siwalima.id - Bentrok antar pemuda Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Sabtu (30/5). 

Pantauan Siwalima.id, bentrokan antar pemuda Ariate dan Tana Goyang dipicu kesalahpahaman saat acara pesta rakyat atau joget, mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok dan saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Ambon dan satunya lagi mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat. 

Atas peristiwa ini, sempat terjadi ketegangan antar dua kelompok tersebut dan juga menyebabkan pemblokiran jalan di sejumlah titik di wilayah Tanah Goyang maupun Ariate. 

Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli kepada wartawan menjelaskan, peristiwa bermula ketika sejumlah pemuda Desa Ariate menghadiri acara joget yang digelar di Dusun Tanah Goyang. Namun suasana yang awalnya meriah berubah tegang setelah terjadi perkelahian antar pemuda di luar area tenda pesta. 

“Meski acara telah berakhir, konflik belum sepenuhnya mereda. Salah satu pemuda asal Desa Ariate, berinisial NK kembali terlibat adu fisik dengan pemuda Dusun Tanah Goyang sebelum akhirnya pulang ke desanya,” beber kapolres, 

Situasi semakin memanas kata kapolres, ketika NK kembali ke Tanah Goyang bersama sejumlah rekannya. Pertikaian kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar batu antar kelompok.

Akibat bentrok antar pemuda dengan mengunakan senjata tajam, mengakibatkan VK (21) pemuda asal Ariate ini mengalami luka robek pada lengan kanan setelah diduga dibacok oleh salah seorang pemuda Tanah Goyang.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, kelompok pemuda Ariate melakukan serangan balasan sehingga RB (25) warga Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dusun ini mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan tangan.

“Kedua korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas kapolres. 

Kapolres menegaskan, konflik tersebut murni dipicu persoalan antar pemuda yang tidak segera diselesaikan, sehingga berkembang menjadi bentrokan kelompok yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat akibat penutupan atau pemblokiran akses jalan.

Dalam upaya penegakan hukum, Unit Reskrim Polres SBB telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial EIK MT, AW, dan AT. 

“Bentrok antar pemuda dengan menggunakan senjata tajam yang melukai kedua belah pihak sangat rawan memicu aksi balas dendam. Jika tidak diantisipasi melalui rekonsiliasi bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, tensi konflik bisa kembali meningkat,” ujar kapolres.

Menurut kapolres, saat ini kondisi keamanan di lokasi kejadian dilaporkan mulai kondusif. Arus lalu lintas yang sebelumnya sempat terganggu atas pemblokiran jalan oleh masyarakat telah kembali normal.

Untuk mengantisipasi konflik susulan kapolres menegaskan, pihak Polres SBB akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan serta menempatkan personel di lokasi strategis. Selain itu, kepolisian terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna menciptakan suasana yang aman serta mendorong terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.(S-18)

BERITA TERKAIT