AMBON, Siwalima.id – Warga Dusun Keramat Bawa, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dibuat geger dengan penemuan seorang bayi perempuan yang baru dilahirkan di belakang rumah warga dalam kondisi masih hidup dan ari-arinya masih menempel, Kamis (11/6) sekitar pukul 00.20 WIT.
Diduga bayi malang tersebut sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya sesaat setelah dilahirkan. Saat ini polisi tengah memburu pelaku yang diduga terlibat dalam perbuatan tersebut.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Ambon, Kamis (11/6), mengatakan bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswi, Putri Nursyabani Aulia (19), saat berada di rumahnya.
Sebelum penemuan bayi tersebut, saksi sempat mendengar percakapan seorang laki-laki dan perempuan di belakang rumah pada tengah malam.
"Saksi mendengar suara laki-laki dan perempuan yang diduga merupakan orang tua bayi. Salah satu terdengar mengatakan, Pelan-pelan jang sampe orang dong bangun,” ujar Ipda Jane mengutip keterangan saksi.
Curiga dengan keberadaan orang tak dikenal di sekitar rumah, saksi kemudian memberitahukan hal tersebut kepada orang tuanya. Saat dilakukan pengecekan, terdengar suara tangisan bayi dari arah belakang rumah.
“Betapa terkejutnya keluarga saat menemukan seorang bayi perempuan terbaring di atas tanah hanya beralaskan keset kaki. Bayi tersebut masih hidup meski baru saja dilahirkan dan masih lengkap dengan ari-arinya,” beber Ipda Jane.
Melihat hal itu, keluarga saksi kemudian segera mengevakuasi bayi tersebut dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Salahutu.
Menerima laporan, personel Polsek Salahutu langsung turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, sekaligus membawa bayi ke RSUD dr Ishak Umarella guna mendapatkan pertolongan medis.
"Bayi berhasil diselamatkan dan saat ini dalam kondisi sehat. Untuk sementara masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tutur Ipda Jane.
Polisi kini melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas orang tua bayi yang diduga tega membuang darah dagingnya sendiri. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas terus mengumpulkan bukti dan petunjuk di lokasi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, karena selain membahayakan keselamatan bayi, tindakan tersebut juga diduga melanggar hukum dan dapat diproses secara pidana.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan motif di balik peristiwa itu,” tandas Ipda Jane.(S-10)