SIWALIMA.id > Berita
Bappenas Serahkan Rencana Pengembangan Banda Jadi Kawasan Prioritas Parawisata Nasional
Online | Selasa, 17 Juni 2025 pukul 02:01 WIT

AMBON, Siwalimanews – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, resmi menyerahkan rencana induk atau master plan pengembangan dan penataan Banda Naira, sebagai kawasan strategis prioritas parawisata nasional.

Dokumen masterplan tersebut diserahkan Menteri Bappenas Rachmat Pambudy kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa didampingi Wakil Gubernur Abdullah Vanath di lantai VII Kantor Gubernur, Senin (16/6).

Bappenas kata Pambudy, diminta untuk merencanakan pembangunan nasional melalui RPJMP 2025-2045 dan RPJMD, dimana fokus pembangunan nasional berawal dari pembangunan daerah.

Pasalnya, pembangunan nasional hanya terjadi, jika pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik, sebaliknya jika pembangunan daerah tidak terlaksana dengan baik, maka akan berdampak pada pembangunan nasional.

“Apa yang disampaikan oleh pak gubernur bahwa kita menyiapkan masterplan pembangunan daerah, sebab kita ingin supaya kawasan Indonesia Timur berkontribusi untuk pembangunan nasional,” ucap Pambudy.

Dijelaskan, secara nasional presiden mengarahkan supaya tumbuh ekonomi 8 persen dan kawasan Indonesia Timur diharapkan berkontribusi sebesar 22,4 pada pada tahun 2029 sebab selama ini kawasan Indonesia Timur selalu tertinggal.

Karenanya Bappenas mendorong mempercepat pembangunan di kawasan Timur Indonesia dengan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru termasuk Banda Naira di Provinsi Maluku.

Menurutnya alasan Banda ditetapkan menjadi kawasan prioritas parawisata nasional karena Banda Naira memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah dari potensi kelautan, perikanan dan kekayaan sejarah yang merefleksikan perjuangan panjang bangsa Indonesia.

“Bnda Naira dipersiapkan menjadi kawasan strategis pariwisata nasional artinya bukan hanya menjadi kawasan prioritas bukan hanya prioritas Maluku. Rencana Induk Pengembangan dan penataan kawasan Banda Naira dan sekitarnya ini memang untuk periode tahun 2025-2045,” ujar Pambudy.

Pambudy mengaku, walaupun pengembangan Banda Naira masuk dalam rencana jangka panjang tetapi dokumen masterplan disusun sebagai upaya untuk menjawab tantangan pembangunan di daerah terutama untuk meningkatkan kualitas  infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air, energi maupun hal-hal yang sifatnya mendasar masalah sampah.

Tak hanya itu, pengembangan dan penataan kawasan Banda Naira bertujuan agar infrastruktur jalan dan  akses yang sangat penting untuk pengembangan pariwisata dapat dilakukan.

“Rencana induk tersebut disusun oleh berbagai pihak termasuk masyarakat adat di Banda sehingga akan menjadi rencana bersama bukan saja pemerintah pusat,” jelasnya.

Pambudy menegaskan untuk mengimplementasikan pengembangan dan penataan Banda Naira Pemda Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah perlu memastikan arah pembangunan daerah dalam RPJMD, RKPD dan Rensra harus selaras dengan masterplan pengembangan Banda Naira.

“Implementasi rencana ini dapat dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan semua stakeholder,” tegasnya.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Menteri Bappenas Rachmat Pambudy yang telah memfasilitasi dan menyusun dokumen strategis ini dengan semangat kolaboratif dan partisipatif.

“Penyerahan dokumen masterplan ini menandai komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan kawasan kepulauan Benda secara terarah, terpadu dan berkelanjutan gugusan pulau indah di laut Banda,” kata Gubernur.

Gubernur berharap rencana strategis ini dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi daerah ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia sebab rencana tersebut berbasis potensi lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan konektivitas.

“Kami percaya dokumen ini tidak hanya menjadi rencana untuk pembangunan tapi simbol kebangkitan kawasan kepulauan sebagai bagian integral dari visi besar Indonesia emas 2045 yang tertuang dalam Asta cita maupun Sapta Cipa Lawamena,” tegasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT