AMBON, Siwalima.id - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) diminta untuk memasukan hilirisasi di Kabupaten SBT kedalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal ini sebagai pengingat bagi pempus agar serius memasukan hilirisasi sagu kedalam PSN sebagai bagian dari implementasi RPJMN 2024-2029, apalagi sudah ada usulan dari Kemendagri.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, potensi sagu di Maluku saat ini berada di posisi ketiga nasional setelah Riau dan Papua Tengah dengan jumlah lahan sagu mencapai 36.500 dan sebanyak 35 ribu hektare berada di SBT.
“Hilirisasi sagu di SBT ini kan sudah disetujui pemerintah pusat dan juga sudah diusulkan Bappenas jadi kita berharap hilirisasi sagu ini segera masuk dalam PSN secepatnya,” kata Gubernur kepada Siwalima, melalui pesan WhatsApp, Senin (12/1).
Jika hilirisasi sagu masuk dalam PSN maka secara tidak langsung akan berdampak langsung terhadap dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang cukup besar termasuk tersedianya pasar untuk menjual hasil olahannya dari sagu.
Menurutnya, potensi sagu yang sangat besar tentu harus dikelola dengan baik dan satu-satunya jalan hanya dengan hilirisasi sagu sebab ada nilai tambah yang diterima Maluku dan secara khusus Kabupaten SBT.
“Selama ini produk olahan sagu seperti tepung sagu di pasaran berasal dari Riau dan kita juga mengkonsumsi padahal potensi kita luar biasa jadi mau tidak mau harus ada hilirisasi,” jelas Gubernur.
Disisi lain, jika hilirisasi sagu berjalan maka sudah pasti akan ada industrialisasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja sehingga menjadi kebutuhan.
“Kita berharap program hilirisasi sagu dapat berjalan dengan lancar sehingga menjadi PSN sehingga ada trickle-down effect bagi Maluku,” tegas Gubernur.(S-20)