Ambon, Siwalima
Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrizal Imbar mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan berbagai inovasi digital seperti Cash Management System (CMS), Virtual Account, dashboard monitoring transaksi daerah secara real-time dan perluasan kanal pembayaran non-tunai untuk pajak dan retribusi daerah.
Inovasi digitalisasi dibidang keuangan ini akui Imbar, merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Maluku-Malut dalam memperlancar transaksi keuangan yang aman dan andal.
“Kita akan terus berinovasi sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan akses keuangan dan solusi untuk wilayah kepulauan,” ujar Syahrizal saat berkolaborasi dengan Pemkab MBD guna memperkuat digitalisasi keuangan daerah.
Hal ini ditandai dengan launching implementasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) RI Online dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/10) kemarin.
Syahrizal mengungkapkan peluncuran implementasi SIPD RI Online dan KKPD merupakan wujud konkret sinergi antar lembaga dalam mendorong digitalisasi keuangan daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya sekadar proyek teknologi, tapi langkah nyata membangun ekosistem tata kelola keuangan daerah yang modern, efisien, dan akuntabel,” katanya.
Pemkab Maluku Barat Daya lanjutnya, menjadi kabupaten pertama di Provinsi Maluku yang berhasil mengimplementasikan SIPD RI Online dan KKPD secara terpadu bersama Bank Maluku-Malut sebagai bentuk tansformasi digital dibidang tata kelola keuangan daerah.
Apa yang dilakukan Pemkab MBD lanjut Syahrizal, menunjukkan komitmen luar biasa dari bupati dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan modern.
“Kami tidak akan berhenti di Maluku Barat Daya. Dukungan ini akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku dan Maluku Utara, agar seluruh pengelolaan kas daerah,” jelasnya.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis seluruh pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur keuangan yang handal, aman dan sesuai dengan arah kebijakan nasional digitalisasi daerah.
Jadi Tantangan
Sementara itu, Penjabat Sekda MBD, Daud Reimialy menuturkan kondisi geografis MBD yang terdiri dari pulau-pulau kecil masih menjadi tantangan besar dalam penyaluran dana dan pembayaran gaji pegawai.
Daud mengungkapkan kesulitan akses keuangan di wilayah terpencil seperti diproses penyaluran dana terutama gaji ASN dan operasional perangkat daerah terjadi karena jarak dan transportasi antar pulau yang minim.
“Kami tentu bersyukur menjadi bagian dari langkah awal membangun sistem terintegrasi ini guna menjadikan proses pencairan dana lebih cepat, aman dan transparan. Kami juga mengapresiasi komitmen Bank Maluku-Malut yang terus mendampingi hingga ke tahap implementasi,” ujarnya.
Transformasi digital ini lanjut Daud, bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan budaya kerja menuju pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik
Daud berharap, implementasi SIPD RI Online dan KKPD di MBD menjadi model penguatan pengelolaan kas daerah (RKUD), optimalisasi PAD, serta percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang mendukung tata kelola pemerintahan yang modern dan efisien. (S-20)