SIWALIMA.id > Berita
Bahasa Daerah Bersemi Kembali di FTBI Maluku 2025
Daerah | Senin, 1 Desember 2025 pukul 13:44 WIT

AMBON, Siwalima.id - Balai Bahasa Provinsi Maluku menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Maluku Tahun 2025 mulai dari tanggal 23–30 November dengan puncak acara diselenggarakan Sabtu (29/11), di Gedung Pertunjukan Balai Bahasa Provinsi Maluku. 

Festival tersebut merupakan tahapan terakhir dari kegiatan Revi­talisasi Bahasa Daerah pada enam bahasa daerah di Provinsi Maluku yang pelaksanaannya tersebar di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepu­lauan Aru, dan Kabupaten Maluku Barat Daya. 

Koordinator FTBI Maluku, David Rici Ricardo mengata­kan, tahun ini Balai Bahasa Provinsi Maluku mengusung tema “Dari Bibir Ibu ke Hati Anak: Bahasa Daerah Tumbuh di Rumah, Bersemi di Nusantara”. 

“Tema ini dipilih untuk mene­guhkan tekad dalam merawat keber­lanjutan bahasa daerah dengan menekankan peran keluarga sebagai ruang pertama penanaman bahasa dan budaya. Dari tutur lembut para ibu, benih kecintaan anak terhadap bahasa daerah mulai tumbuh, berkembang, dan bersemi. Setiap kata yang diucapkan di rumah menjadi fondasi yang memperkaya identitas dan jati diri anak, sekaligus meneguhkan keterikatan mereka dengan akar budaya Nusantara,” ungkap David, kepada wartawan, dalam  Taklimat Media, di Kantor Balai Bahasa Provinsi Maluku, Jumat (28/11).

Dikatakan, tema ini tidak sekadar simbolik, tetapi juga mengingatkan bahwa kelestarian bahasa daerah bermula dari interaksi sederhana di rumah, dari cerita pengantar tidur, nyanyian rakyat, hingga percaka­pan sehari-hari. 

“Dari sinilah kecintaan anak ter­hadap bahasa lahir, bertumbuh, dan kelak mewarnai kehidupan mereka, membentuk generasi yang meng­hargai warisan budaya sekaligus mem­perkuat ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Ba­hasa Provinsi Maluku, Kity Karenisa mengatakan, program Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselengga­rakan Balai Bahasa Provinsi Maluku telah dilaksanakan secara konsisten selama 4 tahun ini. 

Pada tahun 2022, Balai Bahasa Provinsi Maluku merevitalisasi tiga bahasa daerah di tiga kabupaten, yakni bahasa Buru di Kabupaten Buru, bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, dan bahasa Yamdena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pada tahun 2023, upaya revitalisasi diperluas menjadi lima bahasa daerah dengan menam­bah­kan dua bahasa baru, yaitu bahasa Tarangan Barat di Kabupaten Kepu­lauan Aru dan bahasa Seram (Seran) di Kabupaten SBT, disamping me­lanjutkan revitalisasi ketiga bahasa yang telah dimulai pada tahun se­belumnya. Pada tahun 2024, kelima bahasa daerah tersebut kembali di­revitalisasi dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan.

“Pada tahun 2025, total sekolah yang menjadi target revitalisasi di empat kabupaten adalah 113 sekolah, yang terdiri atas 96 SD dan 17 SMP dengan perincian sebagai berikut. Kabupaten Maluku Tengah untuk bahasa Hitu, jumlah SD adalah 20, sedangkan jumlah SMP adalah 5; Kabupaten SBT untuk bahasa Seram (Seran) dan bahasa Elnama, jumlah SD adalah 27 dan jumlah SMP adalah 6; Kabupaten Kepulauan Aru untuk bahasa Tara­ngan Barat dan bahasa Manombai (Ganabai), jumlah SD adalah 32, sedangkan jumlah SMP adalah 0; dan Kabupaten Maluku Barat Daya untuk bahasa Moa, jumlah SD adalah 17, sedangkan jumlah SMP adalah 6,” bebernya. 

Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku, tambah Kitty, bertujuan menguatkan penggunaan bahasa daerah sekaligus menghi­dup­kan kembali minat penutur untuk menggunakan bahasa masing-masing. Sebagai bagian dari upaya ini, Balai Bahasa Provinsi Maluku menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten, menampilkan hasil pembelajaran ekstrakurikuler melalui enam mata lomba berbahasa daerah: menulis cerita pendek, menyanyi nyanyian rakyat, lawakan tunggal (stand up comedy), berpidato, menulis dan membaca puisi, serta mendongeng. Setiap lomba menghasilkan pemenang FTBI tingkat kabupaten. (S-08)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps