AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon terus berupaya untuk menekan kebiasaan pembuangan sampah ke laut, khususnya di kawasan Pasar Mardika.
Namun, upaya tersebut dinilai tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran masyarakat.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan atau pembentukan satuan tugas.
“Kita tidak akan berhasil kalau masyarakat belum sadar. Mau larang atau bentuk satgas, itu tidak bisa dijaga terus-menerus,” tegas walikota kepada Siwalima.id di Ambon, Kamis (9/4).
Keterbatasan anggaran kata walikota, menjadi pertimbangan dalam membentuk pengawasan yang intensif di seluruh kawasan pesisir.
“Setiap kebijakan itu butuh anggaran, sementara kita juga terbatas. Tidak mungkin setiap jengkal pesisir dijaga terus,” tandas walikota.
Sebagai solusi jangka panjang kata walikota, Pemkot Ambon mendorong penataan kawasan pesisir, khususnya di sepanjang Pantai Mardika, guna menutup ruang bagi aktivitas yang berpotensi menimbulkan sampah ke laut.
“Kalau tidak ada lagi lapak-lapak di situ, maka tidak ada lagi yang buang sampah ke laut,” tandas walikolta.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi di pusat-pusat aktivitas ekonomi baru, seperti pembangunan Pasar Hatukau.
“Saya minta pasar yang sementara dibangun harus dilengkapi dengan sistem pengelolaan sampah yang baik, sehingga sampah bisa ditangani langsung di lokasi,” pinta walikota.
Meski demikian, edukasi kepada masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di laut.
“Kita hanya bisa mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Laut ini luas, tidak mungkin pemerintah menjaga semuanya,” pungkas walikota.(Mg-1)