SIWALIMA.id > Berita
Arus Balik di Dermaga Waipirit - Hunimua Meningkat
Daerah | Rabu, 25 Maret 2026 pukul 15:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Arus balik Lebaran pada lintasan penyeberangan Waipirit – Hunimua, meng­alami peningkatan signifi­kan dibandingkan tahun kemarin. 

Puncak pergerakan ter­jadi pada arus balik H+1 de­ngan lonjakan penumpang dan kendaraan di kedua arah. Berdasarkan data yang dihimpun Siwalima dari kedua dermaga penye­berangan tersebut.

Untuk jumlah penum­pang pejalan kaki dari Dermaga Waipirit menuju Dermaga Hunimua tercatat sebanyak 1.776 orang pada H-1, meningkat menjadi 2.418 orang pada 1 Syawal dan 4.334 orang pada 2 Syawal. Sementara pada arus balik H+1 mencapai 5.044 penumpang.

Pergerakan kendaraan roda dua juga mengalami peningkatan, masing-masing 350 unit pada H-1, 436 unit pada 1 Syawal, 881 unit pada 2 Syawal, dan 1.014 unit pada H+1. Untuk kendaraan roda empat tercatat 96 unit pada H-1, 127 unit pada 1 Syawal, 208 unit pada 2 Syawal dan 245 unit pada arus balik.

Kendaraan logistik tercatat 18 unit pada H-1, kemudian 11 unit pada 1 Syawal, 10 unit pada 2 Syawal, dan meningkat menjadi 37 unit pada H+1. Sementara bus masing-masing sebanyak 4 unit pada H-1, 6 unit pada 1 Syawal, 4 unit pada 2 Syawal dan 9 unit pada H+1.

Secara persentase, terjadi penurunan 1 persen pada H-1, namun meningkat 20 persen pada 1 Syawal, 33 persen pada 2 Syawal, serta naik 22 persen pada arus balik H+1 dibandingkan periode Lebaran 2025.

Sementara itu, dari Pelabuhan Hunimua menuju Waipirit, jumlah pejalan kaki tercatat 3.165 orang pada H-1, 3.071 orang pada 1 Syawal, 3.900 orang pada 2 Syawal dan meningkat menjadi 4.192 orang pada H+1.

Kendaraan roda dua masing-masing berjumlah 669 unit pada H-1, 541 unit pada 1 Syawal, 727 unit pada 2 Syawal, dan 767 unit pada H+1. Untuk kendaraan roda empat tercatat 119 unit pada H-1, meningkat menjadi 156 unit pada 1 Syawal, 224 unit pada 2 Syawal, dan 234 unit pada H+1.

Kendaraan logistik tercatat 11 unit pada H-1, 2 unit pada 1 Syawal, 7 unit pada 2 Syawal, dan naik menjadi 21 unit pada H+1. Sedangkan bus masing-masing sebanyak 6 unit pada H-1, 4 unit pada 1 Syawal, 5 unit pada 2 Syawal, dan 9 unit pada arus balik.

Dari sisi persentase, arus H-1 mengalami penurunan 4 persen dibandingkan tahun 2025. Namun, terjadi lonjakan pada 1 Syawal sebesar 36 persen, 18 persen pada 2 Syawal, serta peningkatan 26 persen pada arus balik H+1.

Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran, dengan lintasan Waipirit–Hunimua tetap menjadi jalur vital penghubung utama di wilayah Maluku.(S-10

BERITA TERKAIT