AMBON, Siwalima.id - Arus balik Lebaran pada lintasan penyeberangan Waipirit – Hunimua, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun kemarin.
Puncak pergerakan terjadi pada arus balik H+1 dengan lonjakan penumpang dan kendaraan di kedua arah. Berdasarkan data yang dihimpun Siwalima dari kedua dermaga penyeberangan tersebut.
Untuk jumlah penumpang pejalan kaki dari Dermaga Waipirit menuju Dermaga Hunimua tercatat sebanyak 1.776 orang pada H-1, meningkat menjadi 2.418 orang pada 1 Syawal dan 4.334 orang pada 2 Syawal. Sementara pada arus balik H+1 mencapai 5.044 penumpang.
Pergerakan kendaraan roda dua juga mengalami peningkatan, masing-masing 350 unit pada H-1, 436 unit pada 1 Syawal, 881 unit pada 2 Syawal, dan 1.014 unit pada H+1. Untuk kendaraan roda empat tercatat 96 unit pada H-1, 127 unit pada 1 Syawal, 208 unit pada 2 Syawal dan 245 unit pada arus balik.
Kendaraan logistik tercatat 18 unit pada H-1, kemudian 11 unit pada 1 Syawal, 10 unit pada 2 Syawal, dan meningkat menjadi 37 unit pada H+1. Sementara bus masing-masing sebanyak 4 unit pada H-1, 6 unit pada 1 Syawal, 4 unit pada 2 Syawal dan 9 unit pada H+1.
Secara persentase, terjadi penurunan 1 persen pada H-1, namun meningkat 20 persen pada 1 Syawal, 33 persen pada 2 Syawal, serta naik 22 persen pada arus balik H+1 dibandingkan periode Lebaran 2025.
Sementara itu, dari Pelabuhan Hunimua menuju Waipirit, jumlah pejalan kaki tercatat 3.165 orang pada H-1, 3.071 orang pada 1 Syawal, 3.900 orang pada 2 Syawal dan meningkat menjadi 4.192 orang pada H+1.
Kendaraan roda dua masing-masing berjumlah 669 unit pada H-1, 541 unit pada 1 Syawal, 727 unit pada 2 Syawal, dan 767 unit pada H+1. Untuk kendaraan roda empat tercatat 119 unit pada H-1, meningkat menjadi 156 unit pada 1 Syawal, 224 unit pada 2 Syawal, dan 234 unit pada H+1.
Kendaraan logistik tercatat 11 unit pada H-1, 2 unit pada 1 Syawal, 7 unit pada 2 Syawal, dan naik menjadi 21 unit pada H+1. Sedangkan bus masing-masing sebanyak 6 unit pada H-1, 4 unit pada 1 Syawal, 5 unit pada 2 Syawal, dan 9 unit pada arus balik.
Dari sisi persentase, arus H-1 mengalami penurunan 4 persen dibandingkan tahun 2025. Namun, terjadi lonjakan pada 1 Syawal sebesar 36 persen, 18 persen pada 2 Syawal, serta peningkatan 26 persen pada arus balik H+1.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran, dengan lintasan Waipirit–Hunimua tetap menjadi jalur vital penghubung utama di wilayah Maluku.(S-10