AMBON, Siwalimanews –Â DPRD mengusulkan kepada Pemerintah Kota Ambon menggunakan APBD dalam untuk mitigasi bencana.
Hal ini dikarenakan kucuran dana dari pemerintah pusat terbatas seÂhiÂngga mitigasi bencana tidak berÂjalan maksimal oleh pemerintah daerah.
âKebijakan Pempus soal alokasi anggaran bencana untuk kota Ambon, sangat kecil bahkan dipangkas lagi, sehingga kita dipaksakan mengÂgunakan APBD,â kata Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, keÂpada wartawan di Ambon, Selasa (30/9).
Ia mengaku untuk memaksimalkan upaya mitigasi dalam hal penguraÂngan resiko bencana dibutuhkan anggaran cukup besar.
Selain itu Kota Ambon memiliki potensi PAD yang minim. Namun mitigasi bencana menjadi skala prioritas sehingga dimasukkan daÂlam belanja APBD.
Dirinya mengatakan, mitigasi yang dilakukan Pemkot Ambon deÂngan seluruh komponen terkait samÂpai ke tingkat negeri dan kelurahan, hingga RT/RW masih butuh konsen. Untuk itu DPRD akan mendorong peningkatan anggaran tersebut di tahun 2026 mendatang.
Soal penganggaran, lanjutnya OPD teknis butuh topangan anggaÂran, bagaimana kebijakan pemerintah untuk memilah anggaran yang suÂdah minim untuk dapat dialokaÂsikan.
âTahun 2025 ini anggaran untuk mitigasi bencana ada kurang lebih Rp 3 miliar, kedepan akan kita naikan karena kebutuhannya yang berbeÂda,â janjinya.
Meningkatnya kebutuhan anggaÂran penanggulangan bencana, sejaÂlan dengan upaya mitigasi yang terus dilakukan BPBD dengan stakeholder terkait baik dalam bentuk simulasi dan sosialisasi yang kebuÂtuhannya masih banyak.
Belum lagi, tidak meratanya penÂcanangan desa tangguh bencana di 50 negeri dan kelurahan. Di tengah minimnya anggaran, katanya, skala prioritas dalam belanja APBD salah satunya terkait mitigasi bencana.
Untuk itu konsen pemkot dengan DPRD, tidak ada alasan kita untuk tidak berkolaborasi, dengan harapan 6 wilayah yang dicanangkan seÂbagai desa tangguh dapat mengalir ke 50 desa secara keseluruhan,â harapnya.(S-10)