SIWALIMA.id > Berita
Ambon Jadi Pilot Project Transisi Energi Berkeadilan
Online | Rabu, 17 Juni 2026 pukul 16:31 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kota Ambon kembali mendapat kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan program kolaborasi internasional antara Indonesia dan Australia.

Kolaborasi internasional ini dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah plastik serta mendorong transisi energi berkeadilan berbasis masyarakat.

Program bertajuk Advancing an Equitable and Just Energy Transition in Ambon through Community-Based Waste Innovation and Inclusive Education ini, digagas oleh Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Macquarie University Australia, Pemerintah Kota Ambon, Politeknik Negeri Ambon dan Institut Tifa Damai Maluku. Kegiatan Kick-Off Meeting program tersebut, berlangsung di Balai Kota Ambon, Rabu (17/6).

Program yang akan berjalan hingga tahun 2027 itu, mendapat dukungan dari KONEKSI melalui kemitraan Kemendiktisaintek, LPDP serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Fokus utama program adalah, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik, sekaligus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal Kota Ambon.

Kepala Dinas LHP Kota Ambon, Apries Gaspersz menjelaskan, Pemkot Ambon menyambut positif pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan agenda pembangunan kota yang bersih, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan mitra internasional diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Gaspersz kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (16/6) malam.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui program ini, para mitra berharap, dapat membuktikan bahwa transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat membangun kolaborasi dan mengembangkan potensi yang telah tumbuh dari dalam komunitas.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Indonesia, Yustina Trihoni Nalesti Dewi menegaskan, program tersebut tidak datang membawa solusi instan maupun bantuan yang bersifat karitatif.

“Program ini berangkat dari keyakinan, bahwa masyarakat Ambon telah memiliki pengetahuan, pengalaman, jaringan sosial, dan berbagai prakarsa yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mengatasi persoalan lingkungan. Kami hadir untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan solusi bersama berdasarkan potensi yang telah dimiliki masyarakat sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat akan ditempatkan sebagai mitra utama dalam seluruh tahapan program, mulai dari identifikasi masalah hingga penyusunan dan pengembangan solusi. Berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas, bank sampah, kelompok perempuan, kelompok pemuda, sekolah, pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat sipil akan dilibatkan secara aktif.

Salah satu fokus utama program ini adalah, pengembangan teknologi pirolisis skala lokal untuk mengolah sampah plastik menjadi energi dan produk bernilai ekonomi.

“Teknologi tersebut dirancang sesuai kondisi dan kapasitas lokal sehingga dapat direplikasi, dimodifikasi, serta dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat maupun institusi di Ambon setelah program berakhir,” ucapnya.

Selain pengembangan teknologi kata Yustina, program ini juga akan memperkuat pendidikan lingkungan dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat.

Kolaborasi Indonesia-Australia ini, diharapkan menjadi model pengelolaan sampah dan transisi energi berkeadilan yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.(S-30)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps