AMBON, Siwalima.id – Universitas Pattimura resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026 pada, Minggu (24/5).
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Malle mengatakan, jumlah pendaftar SNBT tahun ini mencapai 5.627 peserta. Dari total kuota 3.464 kursi yang disediakan untuk 83 program studi, sebanyak 2.109 peserta dinyatakan lolos seleksi.
“Kuota yang terpenuhi baru sekitar 60,8 persen. Artinya masih ada kursi yang kosong sehingga nantinya akan dialihkan ke jalur mandiri,” ucap Malle keterangan persnya kepada wartawan di kampus Unpatti, Selasa (26/5).
Dari total program studi yang dibuka, hanya 75 program studi yang menerima mahasiswa baru. Sementara sejumlah program studi lainnya belum terisi, terutama di kampus wilayah Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Aru.
Meski demikian, minat masyarakat terhadap Unpatti dinilai masih cukup tinggi. Mahasiswa yang diterima pada SNBT 2026 berasal dari 25 provinsi di Indonesia, meskipun sekitar 80 persen masih didominasi peserta asal Maluku.
“Program Studi Pendidikan Dokter kembali menjadi jurusan paling kompetitif pada SNBT 2026. Tingkat kelulusannya hanya sekitar 7,67 persen atau satu kursi diperebutkan oleh 13 peserta,” tandas Malle.
Selain Pendidikan Dokter kata Malle, sejumlah program studi dengan tingkat persaingan tertinggi antara lain Teknik Perminyakan dengan rasio 1:9,3, Farmasi 1:9,2, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan rasio 1:8,3.
Program studi baru Gizi juga menjadi salah satu jurusan favorit dengan tingkat kelulusan sekitar 12,87 persen. Sementara prodi lain yang cukup diminati antara lain Ilmu Komputer, Bimbingan Konseling, Teknik Geologi, hingga Teknik Sistem Perkapalan.
“Nilai UTBK tertinggi tahun ini mencapai 705,65 dan diraih peserta yang memilih Program Studi Teknik Sipil,” jelas Malle.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus SNBT 2026 lanjut Malle, universitas mewajibkan proses pendaftaran ulang mulai 26 Mei hingga 3 Juli 2026 untuk pelaporan dokumen. Adapun batas akhir registrasi ditetapkan hingga 31 Juli 2026.
Sisa kuota dari program studi yang belum terpenuhi akan dialihkan ke jalur mandiri, guna memaksimalkan daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026.(S-25)