AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 20 prajurit dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IX Ambon dimutasi ke Batalyon Infanteri (Yonif) 12 Marinir Jayapura, Papua.
Pelepasan 20 orang marinir dipimpin Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Ambon, Laksda TNI Hanarko Djodi di Lapangan Apel Mako Kodaeral IX, Kamis (7/5).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Kodaeral IX Ambon, Laksma TNI Muhammad Risahdi, Inspektur Kodaeral IX, Kapoksahli, para PJU, serta kepala satuan kerja.
Mutasi personel eks Yonmarhanlan IX itu merupakan tindak lanjut dari validasi organisasi di tubuh TNI Angkatan Laut yang mengubah Yonmarhanlan IX menjadi Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IX.
Sebelum pelepasan, terlebih dahulu digelar apel khusus pemberangkatan yang dipimpin Komandan Sathantai Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Frejohn da Costa.
Sementara itu, Komandan Apel dijabat Komandan Divisi Pertahanan Darat Pangkalan (Dandivhanratlan) Sathantai Kodaeral IX, Letkol Marinir Musa Purna Toban.
Dalam amanatnya, jenderal bintang dua itu mengatakan mutasi dan perpindahan satuan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kebutuhan pembinaan personel guna mendukung kesiapan operasional TNI AL.
Ia juga meminta seluruh prajurit tetap menjaga kehormatan, disiplin, dan profesionalisme di tempat penugasan baru.
“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, profesionalitas, serta kerja keras yang sudah dilakukan dalam memajukan satuan Yonmarhanlan IX. Kita doakan semoga semua anggota sukses di tempat baru,” pinta Hanarko.
Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit agar menjaga nama baik satuan, meningkatkan keimanan, menjaga loyalitas, menghindari pelanggaran, serta mempertahankan kesiapan sebagai prajurit petarung Korps Marinir.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Hanarko, apel khusus tersebut menjadi bentuk penghormatan dan dukungan moril kepada para prajurit yang akan melaksanakan pengabdian di satuan baru di Papua.
Untuk diketahui, sebanyak 14 Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) resmi dilikuidasi atau dibubarkan oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi pada Februari 2026.
Dengan likuidasi ini, operasional Yonmarhanlan secara administratif berakhir dan personel beserta asetnya akan dialihkan dalam rangka penataan organisasi TNI AL yang lebih lanjut. (S-25)