AMBON, Siwalima.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia siap menghadapi lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
Hal itu dibuktikan dengan pihaknya menambah armada yang masuk ke Ambon dari 9 kapal menjadi 12 kapal, termasuk kapal-kapal yang akan melayani rute padat secara bolak-balik.
“Selain armada reguler, ada tiga kapal tambahan kelas 2000an GT yakni KM Sinabung, KM Dobonsolo dan KM Gunung Dempo. Sementara tiga kapal perintis masih menunggu kepastian rute dari Dinas Perhubungan,” jelas GM PT Pelni Cabang Ambon, Marthin Heriyanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Maluku, Selasa (2/12)
Selain itu kata Marthin, seluruh armada Pelni yang melayani rute Ambon telah rampung docking dan telah melalui ramp check dan dinyatakan layak beroperasi oleh otoritas pelabuhan.
Bahkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan teknis dan keselamatan, untuk pelayaran Nataru kali ini.
“Kapal-kapal kami sudah melewati proses docking dan pemeriksaan otoritas pelabuhan melalui ramp check dan seluruh alat keselamatan juga sudah selesai. Bahkan ada tambahan sistem keselamatan otomatis di semua kapal,” beber Marthin.
Marthin mengaku, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga menugaskan PT Pelni untuk memberikan stimulus ekonomi berupa diskon 20 persen pada tarif dasar tiket. Diskon ini berlaku bagi keberangkatan di tanggal 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan tiket dapat dipesan sejak 21 November 2025.
“Stimulus ekonominya 20 persen dari harga dasar. Di tiket Pelni ada tiga komponen, asuransi, pass penumpang, dan tiket dasar. Yang didiskon adalah tiket dasarnya, terkait kuota diskon sangat terbatas, hanya sekitar 800 ribu tiket secara nasional, sehingga kalau kuota habis sebelum 10 Januari, tarif otomatis kembali normal dan disarankan pembelian tiket wajib melalui aplikasi resmi Pelni,” ucap Marthin.
Marthin juga mengingatkan masyarakat, agar memastikan identitas diri pada tiket sesuai dengan KTP, sebab banyak kasus yang terjadi di tiket hanya tertera nama panggilan, sementara di KTP tiga suku kata. Ini yang memicu masalah saat boarding.
Para penumpang juga diminta untuk tidak membawa barang berlebihan agar tidak mengganggu kenyamanan saat berlayar.
“Jangan satu rumah dibawa semua ke kapal, bahkan binatang peliharaan ikut. Kita harap ini dikurangi agar tidak mengganggu kenyamanan,” himbau Marthin.
Sementara menyangkut dengan keluhan para penumpang terkait dengan fasilitas yang tersedia di kapal, Marthin mengaku, PT Pelni telah melakukan perbaikan, termasuk AC di sejumlah kapal.
“Semalam kami cek langsung sampai jam 05.00 WIT. Untuk kapal besar, temperatur sudah di posisi 26 derajat. Tapi kalau penumpang penuh, suhu pasti lebih panas karena uap tubuh,” jelas Marthin.
Bagi calon penumpang yang tak miliki tiket, Marthin menghimbau agar tidak memaksakan diri untuk naik ke kapal, sebab ini demi keselamatan bersama.
Sementara terkait dengan tiket non seat kata Marthin, PT Pelni Ambon belum dapat memastikan jumlah tiketnya untuk Ambon, karena penetapannya dilakukan secara nasional berdasarkan uji petik Kemenhub.
“Non seat itu berdasarkan dispensasi. Kalau alat keselamatan di kapal memungkinkan, barulah kementerian memberi tambahan kuota. Itu prosesnya panjang,” jelas Marthin.(S-26)